Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jembatan Hutan Kota Banyuasri Segera Dilelang, Anggaran Rp5 Miliar

Senin, 25 Mei 2026, 14:43 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jembatan Hutan Kota Banyuasri Segera Dilelang, Anggaran Rp5 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pembangunan jembatan permanen menuju kawasan hutan kota di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, dipastikan segera memasuki tahap lelang. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan proses tender proyek dimulai pada Juni 2026.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan proses lelang sebelumnya sempat dibuka dengan pagu anggaran Rp4 miliar. Namun, tidak ada kontraktor yang mengajukan penawaran karena dipengaruhi kenaikan harga material bangunan.

Atas kondisi tersebut, pemerintah kembali membuka lelang dengan menaikkan pagu anggaran proyek menjadi Rp5 miliar agar sesuai dengan harga material terbaru dan menarik minat kontraktor.

“Jadi kita penyesuaian, supaya ada yang berminat untuk melakukan penawaran. Mudah-mudahan minggu depan mulai dilelang. Lokasinya tetap sama seperti yang sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan jembatan permanen tersebut akan dibangun sepanjang 30 meter dengan lebar 7 meter.

Menurutnya, Detail Engineering Design (DED) proyek sudah rampung dan kini tinggal memasuki tahapan pengumuman lelang.

“DED sudah selesai, kemungkinan seminggu lagi pengumuman. Ada penyesuaian harga besi, pasir, dan beton sehingga anggarannya naik dari awal sekitar Rp4 miliar menjadi Rp5 miliar lebih,” jelasnya.

Adiptha menambahkan, proses pembangunan jembatan diperkirakan berlangsung selama lima bulan sejak kontrak pengerjaan dimulai.

Sebelumnya, akses menuju hutan kota Banyuasri sempat terputus setelah jembatan bailey pinjaman dari Kodam IX/Udayana dibongkar pada September 2025 lalu. Jembatan bongkar pasang sepanjang 33 meter tersebut dipindahkan ke Nusa Tenggara Timur untuk membantu penanganan pascagempa.

Meski akses kendaraan terputus, kawasan hutan kota seluas 1,9 hektar itu masih dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng sebagai lokasi edukasi pertanian. Untuk mencapai kawasan tersebut, petugas harus menyeberangi Sungai Banyumala.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami