Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 25 Mei 2026
Jembatan Hutan Kota Banyuasri Segera Dilelang, Anggaran Rp5 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangunan jembatan permanen menuju kawasan hutan kota di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, dipastikan segera memasuki tahap lelang. Pemerintah Kabupaten Buleleng menargetkan proses tender proyek dimulai pada Juni 2026.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan proses lelang sebelumnya sempat dibuka dengan pagu anggaran Rp4 miliar. Namun, tidak ada kontraktor yang mengajukan penawaran karena dipengaruhi kenaikan harga material bangunan.
Atas kondisi tersebut, pemerintah kembali membuka lelang dengan menaikkan pagu anggaran proyek menjadi Rp5 miliar agar sesuai dengan harga material terbaru dan menarik minat kontraktor.
“Jadi kita penyesuaian, supaya ada yang berminat untuk melakukan penawaran. Mudah-mudahan minggu depan mulai dilelang. Lokasinya tetap sama seperti yang sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, menjelaskan jembatan permanen tersebut akan dibangun sepanjang 30 meter dengan lebar 7 meter.
Menurutnya, Detail Engineering Design (DED) proyek sudah rampung dan kini tinggal memasuki tahapan pengumuman lelang.
“DED sudah selesai, kemungkinan seminggu lagi pengumuman. Ada penyesuaian harga besi, pasir, dan beton sehingga anggarannya naik dari awal sekitar Rp4 miliar menjadi Rp5 miliar lebih,” jelasnya.
Adiptha menambahkan, proses pembangunan jembatan diperkirakan berlangsung selama lima bulan sejak kontrak pengerjaan dimulai.
Sebelumnya, akses menuju hutan kota Banyuasri sempat terputus setelah jembatan bailey pinjaman dari Kodam IX/Udayana dibongkar pada September 2025 lalu. Jembatan bongkar pasang sepanjang 33 meter tersebut dipindahkan ke Nusa Tenggara Timur untuk membantu penanganan pascagempa.
Meski akses kendaraan terputus, kawasan hutan kota seluas 1,9 hektar itu masih dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Buleleng sebagai lokasi edukasi pertanian. Untuk mencapai kawasan tersebut, petugas harus menyeberangi Sungai Banyumala.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2112 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1955 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1444 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1328 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah