Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Penglipuran Village Festival 2026 Angkat Pariwisata Berkelanjutan
BERITABALI.COM, BANGLI.
Penglipuran Village Festival (PVF) ke-13 Tahun 2026 resmi digelar di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli. Festival tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Penglipuran ini kembali hadir sebagai ajang promosi pariwisata sekaligus upaya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pembukaan festival diawali dengan parade budaya yang melibatkan generasi muda bersama para ibu yang membawa hasil bumi sebagai simbol kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Desa Adat Penglipuran.
Berbagai pertunjukan seni tradisional, sajian kuliner khas, hingga pameran produk kerajinan lokal turut memeriahkan rangkaian festival yang setiap tahunnya menjadi salah satu agenda wisata unggulan di Kabupaten Bangli.
Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, mengatakan Desa Penglipuran telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dunia karena mampu mempertahankan tradisi, budaya, dan aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun.
Tahun ini, Penglipuran Village Festival mengusung tema "Harmoni Bhumi Penglipuran: Menuju Pariwisata Inklusif, Berkelanjutan dan Regeneratif." Tema tersebut mencerminkan komitmen masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, lingkungan, dan pengembangan sektor pariwisata.
Menurutnya, penyelenggaraan PVF 2026 memberikan ruang yang lebih besar bagi keterlibatan generasi muda sebagai penerus pelestarian seni, adat, dan budaya, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan Desa Wisata Penglipuran di masa depan.
Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Amenitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dwi Marhen Yono, menilai Desa Wisata Penglipuran merupakan salah satu contoh terbaik pengembangan pariwisata Indonesia yang berlandaskan filosofi Tri Hita Karana.
Ia menjelaskan tren pariwisata saat ini telah mengalami perubahan. Wisatawan tidak lagi hanya mencari panorama alam, tetapi juga menginginkan pengalaman autentik melalui budaya, kuliner, tradisi masyarakat, serta event berkualitas seperti Penglipuran Village Festival.
Di sisi lain, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan, seni, adat, dan budaya Bali agar sektor pariwisata di Kabupaten Bangli, khususnya Desa Wisata Penglipuran, tetap menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Melalui penyelenggaraan Penglipuran Village Festival ke-13 ini, Desa Wisata Penglipuran diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkelas dunia yang tidak hanya menawarkan keindahan lingkungan dan budaya, tetapi juga menjadi living museum yang mampu menghidupkan perekonomian masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3644 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1283 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1213 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1052 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun