Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Desa Tulikup Salurkan Punia Babi ke 17 Pura, Ringankan Beban Warga saat Wali

Selasa, 2 Juni 2026, 14:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Desa Tulikup Salurkan Punia Babi ke 17 Pura, Ringankan Beban Warga saat Wali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Pemerintah Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Bali melalui program punia kepada pura-pura yang melaksanakan piodalan di wilayah desa setempat.

Sebanyak 17 Pura Dang Kahyangan dan Kahyangan Desa menerima bantuan sarana upacara yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes). Program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu kelancaran pelaksanaan upacara keagamaan, tetapi juga meringankan beban masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan piodalan.

Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan hasil usaha desa yang dikembalikan kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung.

"Program ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat. Kami ingin kehadiran desa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," ujar Ardika, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, sumber pendanaan program berasal dari PADes yang dihimpun melalui sejumlah unit usaha desa, seperti pengelolaan pasar desa, usaha gas elpiji, hingga penjualan sembako.

Bantuan yang disalurkan berupa babi sebagai sarana upacara yang umum digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan umat Hindu di Bali. Setiap paket bantuan memiliki nilai sekitar Rp11 juta dan terdiri atas dua ekor babi untuk sejumlah pura kahyangan.

Menurut Ardika, bantuan tersebut dipilih karena menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pelaksanaan upacara keagamaan, sehingga dapat membantu mengurangi biaya yang harus ditanggung masyarakat.

Selain mendukung kegiatan adat dan keagamaan, program tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa. Seluruh hewan yang disalurkan dibeli dari peternak lokal Desa Tulikup sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

"Kami memberdayakan peternak lokal agar manfaat program ini dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain membantu pura, program ini juga mendukung usaha warga desa," katanya.

Desa Tulikup sendiri memiliki tujuh banjar dinas serta dua desa adat, yakni Desa Adat Tulikup Kelod dan Desa Adat Tulikup Kaler. Di wilayah tersebut terdapat 17 pura dang kahyangan yang menjadi sasaran program punia desa.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah. Pada beberapa banjar dengan jumlah krama yang lebih sedikit, bantuan disesuaikan agar distribusi dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Salah satu contohnya berada di Banjar Siyut yang menerima bantuan satu ekor babi sesuai dengan kebutuhan dan jumlah warga setempat.

Pemerintah Desa Tulikup memperkirakan PADes yang diperoleh dari berbagai unit usaha desa mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Pendapatan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pelestarian adat, budaya, serta penguatan ekonomi lokal.

Program punia kepada pura ini menjadi salah satu wujud sinergi antara pengembangan ekonomi desa dan pelestarian nilai-nilai budaya Bali yang tetap dijaga oleh masyarakat Tulikup hingga saat ini.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami