Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Hujan Deras 3 Hari, Puluhan Bencana Terjang Karangasem
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Karangasem selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 Juli 2026, memicu puluhan kejadian bencana di berbagai kecamatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat sedikitnya 22 laporan bencana berupa tanah longsor, pohon tumbang, banjir, hingga kerusakan jalan dan senderan.
Kelaksa BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiartha, mengatakan seluruh laporan yang diterima langsung ditindaklanjuti melalui asesmen lapangan bersama aparat desa, relawan, dan instansi terkait.
"Selama tiga hari terakhir kami mencatat 22 kejadian bencana dampak hujan. Sebagian besar sudah ditangani, sementara beberapa kerusakan infrastruktur masih dalam proses pendataan dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Karangasem menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Bencana terjadi di Desa Pertima, Subagan, Karangasem, hingga Seraya Tengah.
Di Kelurahan Subagan, luapan sungai menyebabkan banjir yang merendam sejumlah rumah warga. Selain itu, akses jalan menuju Pura Dalem Desa Adat Subagan terputus setelah pondasi jembatan tergerus derasnya arus sungai.
Sementara di Desa Pertima, hujan deras mengakibatkan tembok penyengker rumah, kandang ternak, serta bangunan penyimpanan gabah milik warga roboh. Longsor juga sempat menutup akses jalan rabat beton di kawasan Bukit dan Seraya Tengah.
Bencana juga melanda Kecamatan Manggis. Longsor merusak rumah warga di Desa Antiga, senderan Pura Dalem Desa Adat Gumung, serta senderan bangunan Puskesmas Pembantu Gumung. Selain itu, pohon tumbang dilaporkan menutup ruas jalan kabupaten di wilayah Tenganan dan Antiga.
Di Kecamatan Bebandem, hujan deras menyebabkan pohon tumbang menimpa garasi rumah warga di Desa Bungaya Kangin, menutup jalan setapak, serta merobohkan dinding salah satu rumah warga di Desa Bungaya.
BPBD Karangasem memperkirakan total kerugian sementara akibat rangkaian bencana tersebut mencapai sekitar Rp165 juta. Nilai kerugian itu masih berpotensi bertambah karena proses pendataan di lapangan masih terus berlangsung.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
"Kamu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga yang tinggal di kawasan rawan longsor, bantaran sungai, maupun di sekitar pohon besar diminta mengurangi aktivitas saat hujan lebat dan segera melaporkan apabila terjadi bencana agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin," tandas Sugiharta.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun