Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Sampi Grumbungan Meriahkan Lovina Festival 2026, Tradisi Buleleng Jadi Daya Tarik Wisata
beritabali/ist/Sampi Grumbungan Meriahkan Lovina Festival 2026, Tradisi Buleleng Jadi Daya Tarik Wisata.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lomba Sampi Grumbungan kembali menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dinanti dalam rangkaian Lovina Festival 2026. Tradisi khas Kabupaten Buleleng tersebut sukses menarik perhatian masyarakat dan wisatawan yang memadati Lapangan Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Senin (27/7/2026).
Ajang yang menampilkan pasangan sapi Bali itu tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan sekaligus memperkuat pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan Lomba Sampi Grumbungan menjadi salah satu atraksi budaya yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata daerah. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada para peternak yang selama ini menjaga kualitas sapi Bali lokal.
"Melalui Lomba Sampi Grumbungan ini kami ingin memberikan apresiasi kepada para peternak yang selama ini menjaga kualitas sapi Bali lokal sekaligus melestarikan tradisi yang menjadi ikon Kabupaten Buleleng, sekaligus untuk menjadi daya tarik wisata," ujar Melandrat.
Menurutnya, pada penyelenggaraan tahun ini lomba diikuti 16 akit atau pasangan sapi Bali yang berasal dari wilayah Buleleng Timur, Tengah, hingga Barat. Tingginya jumlah peserta menunjukkan tradisi Sampi Grumbungan masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap penyelenggaraan lomba mampu memperkuat sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan sektor peternakan, dan promosi pariwisata daerah.
Di balik kemeriahan perlombaan, semangat melestarikan tradisi juga ditunjukkan generasi muda. Salah satunya Kadek Agus Yuda Saputra (23), pemuda asal Desa Galungan yang meneruskan tradisi keluarganya sebagai pemelihara sapi gerumbungan.
Bersama Kelompok Tani Giri Lestari, Agus secara rutin melatih pasangan sapi jantan unggulan yang didatangkan dari Desa Bebetin untuk mengikuti berbagai perlombaan. Latihan dilakukan tiga kali setiap pekan guna membangun kekompakan dan keserasian gerak kedua sapi.
Agus menjelaskan, perawatan sapi gerumbungan memiliki teknik khusus yang dikenal dengan istilah mepagrug. Dalam metode tersebut, sapi dijemur di bawah terik matahari sejak pagi hingga siang hari agar memiliki karakter yang lebih tenang dan tidak mudah agresif.
"Untuk sapi gerumbungan biasanya ada istilah Balinya mepagrug. Pagi sapinya dikeluarkan berjemur di bawah terik matahari sampai sekitar jam satu atau jam dua siang, baru kemudian masuk kandang untuk makan. Tujuannya supaya sapinya lebih penurut dan tidak galak," jelasnya.
Selain menjalani latihan fisik, sapi gerumbungan juga hanya diberi pakan berupa rumput alami untuk menjaga kesehatan pencernaannya. Agus mengungkapkan, membentuk satu pasangan sapi gerumbungan lengkap dengan perlengkapannya, seperti lampit dan payasan, membutuhkan biaya sekitar Rp50 juta.
Pada Lomba Sampi Grumbungan tahun ini, pasangan sapi asal Desa Menyali, Kecamatan Sawan, berhasil meraih juara pertama. Posisi juara kedua diraih peserta dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, sedangkan juara ketiga diraih peserta asal Kecamatan Sawan. Sementara itu, juara harapan pertama berhasil diraih peserta dari Desa Bebetin.
Hadiah kepada para pemenang diserahkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, yang hadir mewakili Bupati Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman