Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




52 Kucit Raib dari Kandang Peternak di Bangli, Kerugian Capai Rp52 Juta

Jumat, 12 Juni 2026, 19:09 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/52 Kucit Raib dari Kandang Peternak di Bangli, Kerugian Capai Rp52 Juta.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Sebanyak 52 ekor anakan babi (kucit) dilaporkan hilang dari kandang milik peternak I Gede Suardanta (43), warga Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp52 juta.

Kasus pencurian ini baru diketahui pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan rekaman kamera CCTV yang terpasang di lokasi, pelaku diduga lebih dari satu orang.

Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta membenarkan adanya laporan kehilangan puluhan anakan babi tersebut. Ia menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh Marselinus Emping (28), buruh peternakan asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang sehari-hari bertugas membersihkan serta merawat ternak milik korban.

Pada Senin pagi, saksi datang ke kandang untuk membersihkan area peternakan sekaligus memberi pakan ternak. Namun setibanya di lokasi, ia terkejut melihat jumlah anakan babi di setiap kandang berkurang drastis.

Setelah dilakukan pengecekan di seluruh kandang, diketahui sebanyak 52 ekor anakan babi telah hilang. Sebelum kejadian, masing-masing kandang diketahui berisi sekitar 18 ekor anakan babi. Seluruh ternak yang hilang merupakan babi bibit dengan usia rata-rata lebih dari dua bulan.

Saksi kemudian berupaya menghubungi pemilik peternakan. Namun saat itu korban masih disibukkan dengan rangkaian upacara pernikahan anaknya sehingga belum sempat datang ke lokasi.

Korban baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 Wita. Setelah memastikan jumlah ternak yang hilang, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

"Pelaku diduga masuk ke areal kandang lewat pintu yang tidak terkunci kemudian mengambil anakan babi," ungkap Kapolsek.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian. Rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi peternakan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pengungkapan kasus tersebut.

Kasus pencurian ternak ini menjadi perhatian warga Bangli mengingat jumlah anakan babi yang hilang cukup banyak dan memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bibit ternak.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami