Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
52 Kucit Raib dari Kandang Peternak di Bangli, Kerugian Capai Rp52 Juta
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebanyak 52 ekor anakan babi (kucit) dilaporkan hilang dari kandang milik peternak I Gede Suardanta (43), warga Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp52 juta.
Kasus pencurian ini baru diketahui pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan rekaman kamera CCTV yang terpasang di lokasi, pelaku diduga lebih dari satu orang.
Kapolsek Susut AKP I Nyoman Sucipta membenarkan adanya laporan kehilangan puluhan anakan babi tersebut. Ia menjelaskan, kejadian pertama kali diketahui oleh Marselinus Emping (28), buruh peternakan asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang sehari-hari bertugas membersihkan serta merawat ternak milik korban.
Pada Senin pagi, saksi datang ke kandang untuk membersihkan area peternakan sekaligus memberi pakan ternak. Namun setibanya di lokasi, ia terkejut melihat jumlah anakan babi di setiap kandang berkurang drastis.
Setelah dilakukan pengecekan di seluruh kandang, diketahui sebanyak 52 ekor anakan babi telah hilang. Sebelum kejadian, masing-masing kandang diketahui berisi sekitar 18 ekor anakan babi. Seluruh ternak yang hilang merupakan babi bibit dengan usia rata-rata lebih dari dua bulan.
Saksi kemudian berupaya menghubungi pemilik peternakan. Namun saat itu korban masih disibukkan dengan rangkaian upacara pernikahan anaknya sehingga belum sempat datang ke lokasi.
Korban baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 Wita. Setelah memastikan jumlah ternak yang hilang, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.
"Pelaku diduga masuk ke areal kandang lewat pintu yang tidak terkunci kemudian mengambil anakan babi," ungkap Kapolsek.
Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku pencurian. Rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi peternakan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses pengungkapan kasus tersebut.
Kasus pencurian ternak ini menjadi perhatian warga Bangli mengingat jumlah anakan babi yang hilang cukup banyak dan memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai bibit ternak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1014 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli