Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Calonarang Geseng Waringin Duta Badung Pukau Penonton di PKB 2026

Rabu, 17 Juni 2026, 17:27 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfo Badung/Calonarang Geseng Waringin Duta Badung Pukau Penonton di PKB 2026.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Rekasadana (Pergelaran) Calonarang bertajuk Geseng Waringin yang dibawakan Sanggar Seni Majalangu, Banjar Padang, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, sukses memukau penonton di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (16/6/2026).

Pergelaran tersebut menjadi penampilan Duta Kabupaten Badung dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Lakon yang diangkat mengusung nilai-nilai spiritual yang sejalan dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha.

Melalui kisah pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang, pertunjukan tersebut mengajak penonton merenungkan pentingnya menjaga kemurnian hati dan pikiran sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan.

Ketua Sanggar Seni Majalangu, I Made Agus Adi Santikayasa atau yang akrab disapa Gus Cupak, mengatakan pemilihan lakon Geseng Waringin dilakukan karena memiliki keterkaitan erat dengan tema besar PKB tahun ini.

”Kami dari Sanggar Seni Majalangu, Desa Kerobokan, Kabupaten Badung, pada malam hari ini akan menampilkan pementasan Calonarang dengan judul Geseng Waringin,” ujar Gus Cupak.

Ia menjelaskan, dalam cerita tersebut Mpu Bharadah memberikan wejangan kepada Walunateng Dirah agar selalu mengingat nilai-nilai kebaikan dan mampu mengenali diri sendiri.

”Dalam cerita nanti akan menampilkan pertemuan antara Mpu Bharadah dan Walunateng Dirah atau Calonarang. Di sana Mpu Bharadah akan menasihati Walunateng Dirah supaya eling tekening dewek pedidi (tahu akan diri sendiri), artinya melakukan hal yang baik, berbuat yang baik, sehingga dapat menjaga atma yang ada dalam diri agar tetap suci,” katanya.

Menurutnya, pesan yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Segala tindakan yang baik, kata dia, berawal dari kebersihan hati dan pikiran.

”Konsep ini bisa dikaitkan dengan kehidupan hari ini. Dari pikiran, dari hati, akan lahir perkataan yang baik dan akan ada tindakan yang baik. Yang penting harus menjaga hati. Atma kerthi itu bagaimana kita menjaga hati nurani agar tetap bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, hati yang bersih akan melahirkan ketenangan dan ide-ide kreatif, termasuk bagi para seniman dalam menghasilkan karya berkualitas.

”Sehingga akan bisa menghasilkan ketenangan, ide-ide kreatif untuk para seniman dalam berkarya,” katanya.

Pada pementasan kali ini, Sanggar Seni Majalangu melibatkan sekitar 75 seniman yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda. Keterlibatan generasi muda tersebut menjadi bagian dari upaya regenerasi pelaku seni tradisi di Kabupaten Badung.

”Untuk PKB tahun ini kami melibatkan kurang lebih 75 seniman. Seniman ini terdiri dari seniman muda semua. Tidak ada seniman-seniman tua, kecuali satu bintang tamu saya yang asli dari Kerobokan, yaitu Kak Kumis,” ungkapnya.

Persiapan pementasan dilakukan sejak akhir Februari 2026. Waktu latihan yang cukup panjang dinilai memberi ruang bagi para seniman untuk mematangkan garapan.

”Kami persiapan dari bulan Februari akhir, sehingga waktu kami untuk latihan sampai bulan Juni ini lumayan. Jadi waktu untuk latihan cukup dan tidak terburu-buru,” ujarnya.

Gus Cupak juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan PKB yang dinilai menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah pelestarian seni budaya Bali.

”Kami dari seniman, khususnya yang mewakili seniman Badung, selalu mengapresiasi Pesta Kesenian Bali. Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan selalu bersinergi dengan para seniman untuk memfasilitasi setiap kegiatan kami,” katanya.

Ia berharap PKB tetap menjadi agenda budaya yang berkelanjutan dan menjadi euforia bagi para seniman Bali.

”Harapan kami semoga Pesta Kesenian Bali ini tetap sebagai ikon Bali, tetap menjadi euforia bagi para seniman, dan semoga tetap terjaga sehingga tetap ada agenda seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni dan budaya melalui berbagai program pembinaan yang menyentuh langsung masyarakat.

”Pemerintah Kabupaten Badung di bawah Dinas Kebudayaan sangat men-support potensi-potensi seni yang ada di Kabupaten Badung,” kata Sukadana.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 pihaknya mengembangkan program Banjar Menari yang dimulai dari tingkat desa dengan melibatkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang seni tari dan seni tabuh.

”Program ini kami inovasi di tahun 2026. Kami melakukan kegiatan Banjar Menari, tetapi start-nya dari desa. Kami memanfaatkan potensi SDM yang punya kompetensi di bidang seni, baik seni tari maupun seni tabuh, untuk membina di masing-masing desa. Sekarang berjalan di 62 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Menurut Sukadana, program tersebut hingga kini berjalan dengan baik meskipun evaluasi terus dilakukan untuk penyempurnaan.

”Sampai saat ini kendala belum kami temukan, tetapi seiring waktu berjalan kami pasti akan tetap evaluasi untuk bekerja lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ia menilai PKB memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan seni budaya Bali dan menjadi ruang pengembangan kreativitas para seniman.

”Pesta Kesenian Bali ini sangat besar sekali pengaruhnya terhadap pelestarian, pengembangan, dan penggalian potensi-potensi seni yang ada di Bali dan di Kabupaten Badung,” katanya.

Komitmen tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan pariwisata berkualitas yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung.

”Ketika kita berbicara pariwisata berkualitas, khususnya di Kabupaten Badung, pasti di dalamnya ditunjang oleh unsur-unsur seni dan budaya yang ada di Kabupaten Badung,” ujar Sukadana.

Sebagai bentuk keseriusan mendukung pelestarian seni budaya, Pemerintah Kabupaten Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk mendukung partisipasi para seniman dalam PKB tahun ini.

”Buktinya sekarang di Pesta Kesenian Bali yang ke-48 ini, Pemerintah Kabupaten Badung men-support dana kurang lebih sekitar Rp7 miliar. Ini sebuah keseriusan dari pimpinan kami dalam mengembangkan dan menggali potensi-potensi seni yang ada di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Melalui dukungan tersebut, Kabupaten Badung berharap seni budaya Bali tidak hanya tetap lestari, tetapi juga berkembang sebagai fondasi penting dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Diskominfo Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami