Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Pesan Galungan dari Mangku Pura Jagatnatha Jembrana: Bhakti Jangan Dipaksakan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Ribuan umat Hindu di Kabupaten Jembrana melaksanakan persembahyangan Hari Raya Galungan di sejumlah pura, Rabu (17/6/2026). Sejak pagi, masyarakat memadati tempat-tempat suci untuk bersembahyang bersama keluarga dan kerabat dalam suasana penuh khidmat.
Salah satu pura yang dipadati pemedek adalah Pura Jagatnatha Jembrana. Umat mulai berdatangan sejak pukul 08.00 Wita dan mengikuti persembahyangan secara bergantian.
Hari Raya Galungan yang menandai kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan) juga menjadi momentum bagi umat Hindu untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Mangku Pura Jagatnatha Jembrana, I Ketut Dirga, mengatakan perayaan Galungan mengandung makna mendalam agar umat senantiasa menanamkan kebaikan dalam setiap tindakan.
"Melalui Hari Raya Galungan, umat Hindu diajak untuk selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ia juga mengingatkan umat agar menjalankan ibadah dan persembahan dengan penuh ketulusan tanpa memaksakan diri, terutama dalam mempersiapkan sarana upacara.
"Bhakti jangan terlalu dipaksakan. Yang terpenting adalah ketulusan hati saat bersembahyang dan mendekatkan diri kepada Tuhan," tambahnya.
Baca juga:
Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa esensi Hari Raya Galungan bukan terletak pada kemewahan persembahan, melainkan pada keikhlasan dan kesungguhan hati dalam menjalankan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Perayaan Galungan di Kabupaten Jembrana tahun ini berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Setelah melaksanakan persembahyangan, banyak warga melanjutkan tradisi saling mengunjungi rumah keluarga dan kerabat sebagai wujud mempererat hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antarumat.
Momentum Galungan juga dimaknai sebagai saat yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat hubungan dengan sesama, serta menjaga keharmonisan sesuai ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5538 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3482 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2330 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1168 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan