Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 21 Juni 2026
DPUPR Denpasar Bantah Dugaan Limbah ke Laut di Pantai Segara Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Denpasar menanggapi beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan dugaan pembuangan limbah ke laut di kawasan Pantai Segara Sanur.
Sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat, DPUPR Kota Denpasar bersama sejumlah pihak terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Minggu (21/6/2026) guna memastikan kondisi sebenarnya dari saluran drainase yang menjadi sorotan publik.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, menjelaskan bahwa video yang ramai diperbincangkan tersebut direkam pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Menindaklanjuti informasi yang beredar, tim gabungan yang terdiri dari DPUPR, Satpol PP, dan Komunitas Peduli Sungai (KPS) melakukan investigasi menyeluruh di lapangan, termasuk penggalian pada titik saluran pembuangan.
"Kami bahkan melakukan penggalian untuk mencari lubang drainase pembuangan guna memastikan kondisi air yang keluar secara akurat," ujar Ngurah Artha Jaya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan air yang keluar dari sumber drainase dalam kondisi bening dan tidak berbau. Temuan tersebut berbeda dengan kondisi air yang terlihat pada video viral sebelumnya.
Menurut Artha Jaya, air keruh yang muncul dalam video diduga merupakan limpasan air jalan yang telah lama mengendap di dalam saluran drainase akibat tersumbat material pasir pantai pada bagian pembuangan akhir.
"Jadi ketika terjadi hujan lebat, volume air yang besar mendorong sumbatan pasir tersebut hingga akhirnya meledak dan mengalirkan air limpasan yang sempat mengendap lama langsung ke laut. Itulah mengapa warnanya sempat terlihat keruh dalam video," jelasnya.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, DPUPR Kota Denpasar akan melakukan pengawasan dan uji petik berkala terhadap saluran drainase tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan saluran hanya berfungsi sebagai jalur pembuangan air hujan dan tidak tercemar limbah usaha maupun limbah domestik.
Pihaknya juga akan melakukan pengecekan intensif terhadap kemungkinan adanya aliran limbah dari hotel, restoran, maupun usaha lain yang berada di sekitar kawasan pantai.
"Kami juga segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan AMPLP Werda Pura untuk pengawasan ini," Imbuhnya.
Berdasarkan data awal di lapangan, kawasan Pantai Segara telah terintegrasi dengan sistem Denpasar Sewerage Development Project (DSDP). Melalui sistem tersebut, limbah domestik seharusnya dialirkan menuju instalasi pengolahan khusus, bukan dibuang ke saluran drainase yang bermuara ke laut.
DPUPR Kota Denpasar pun berkomitmen menuntaskan pengecekan menyeluruh untuk memastikan seluruh sumber aliran yang masuk ke jaringan drainase dapat teridentifikasi dengan jelas demi menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan pesisir Sanur.
Sementara itu, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, mengatakan bahwa setiap informasi yang viral di masyarakat perlu diverifikasi secara langsung untuk memastikan kebenarannya.
Bersama instansi terkait, Lurah Sanur, dan aparat kepolisian, pihaknya turun langsung ke lokasi yang disebut dalam video, yakni kawasan Pantai Segara Ayu.
"Ternyata enggak ada apa-apa di sini, Kalau misalnya, dari DLHK tadi menyatakan, kalau memang itu kejadiannya kemarin, pasti ada bekasnya," ujarnya.
Alit Kencana menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain tidak ditemukan titik semburan maupun bekas cemaran limbah, seluruh usaha di sepanjang Pantai Segara Ayu juga disebut telah menggunakan sistem DSDP untuk pengelolaan limbah.
"Kami bisa memastikan bahwa kejadian itu tidak berlangsung di sini dan kejadian itu tidak berlangsung kemarin. Tiyang (saya) nyatakan bahwa itu hoaks," tegasnya.
Terkait kemungkinan pelaporan kepada pihak kepolisian, Alit Kencana mengaku belum mengambil langkah tersebut. Namun, dirinya telah diminta memberikan klarifikasi kepada aparat guna membantu proses penelusuran informasi yang beredar.
"Pihak berwajib akan meminta klarifikasi kita, untuk menelusuri," paparnya.
Di sisi lain, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windu Segara, yang turut melakukan pemantauan di lokasi, memastikan tidak ditemukan indikasi pencemaran limbah di kawasan Pantai Segara.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, informasi yang tidak benar dapat berdampak terhadap citra kawasan pariwisata Sanur yang saat ini terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Bali.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun