Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Meranggi Festival Denpasar Lahirkan Kreativitas Seniman Muda Lewat Penjor Mini
bbn/dok Humas Pemkot Denpasar/Meranggi Festival Denpasar Lahirkan Kreativitas Seniman Muda Lewat Penjor Mini.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meranggi Festival yang digelar Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana di Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis (9/7/2026), menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus wadah kreativitas generasi muda melalui Lomba Penjor Mini.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar.
Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa meninjau langsung karya para peserta Lomba Penjor Mini, menyerahkan penghargaan kepada para pemenang, sekaligus memberikan bantuan dana kepada panitia penyelenggara.
Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan menunjukkan kreativitas tinggi dengan detail artistik, konsep, tema, dan narasi yang kuat. Festival tersebut dinilai tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai seni dan budaya Bali.
"Kami sangat bangga melihat kreativitas generasi muda dalam berkarya melalui seni Penjor Mini. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan diberikan ruang untuk berkembang," ujar Arya Wibawa.
Ketua Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Kadek Yoga Febrian Ramartha, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Denpasar dan Desa Kesiman Petilan atas dukungan yang terus diberikan terhadap berbagai kegiatan kepemudaan.
Ia berharap Lomba Penjor Mini dapat berkembang menjadi agenda budaya yang lebih besar dan terintegrasi dalam rangkaian Kesiman Festival maupun festival budaya yang diselenggarakan Pemerintah Kota Denpasar sehingga menjadi ruang berkelanjutan bagi lahirnya kreativitas generasi muda.
Lomba Penjor Mini tahun ini diikuti sebanyak 24 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Bali, bahkan menarik minat peserta dari luar Pulau Bali. Berdasarkan penilaian dewan juri, seluruh karya yang ditampilkan memiliki kualitas tinggi dengan pengerjaan yang rapi, detail, dan presisi.
Selain berfungsi sebagai media pelestarian budaya, karya penjor mini juga dinilai memiliki prospek sebagai produk ekonomi kreatif. Bentuknya yang praktis membuka peluang untuk dikembangkan menjadi cenderamata khas Bali yang bernilai seni sekaligus memperkenalkan tradisi Pulau Dewata kepada wisatawan.
Pada kompetisi tersebut, Tim Dom Bungkil berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Aik Jabrik, sedangkan Juara III diraih I Kadek Juana Putra. Sementara itu, Juara Harapan I diraih I Putu Wahyu Saputra, Juara Harapan II diraih I Nyoman Juliastika, dan Juara Harapan III diraih Demen Mamenjor.
Banjar Meranggi selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah di Kota Denpasar yang aktif menjaga tradisi seni dan budaya. Berbagai prestasi dalam lomba penjor tingkat desa maupun Kota Denpasar menjadi bukti konsistensi masyarakat setempat dalam melestarikan warisan budaya Bali.
"Melalui festival ini diharapkan lahir regenerasi seniman muda yang tidak hanya mampu menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Bali," ujar Kadek Yoga.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5730 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan