Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 13 Juli 2026
Kerap Dilintasi Truk Galian C, Warga Rendang Pasang Portal Besi Swadaya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Warga Banjar Rendang Kelod, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, mengambil langkah tegas dengan memasang portal pembatas di akses jalan permukiman. Kebijakan ini dilakukan setelah jalur lingkungan tersebut diduga kerap digunakan sebagai lintasan truk pengangkut material galian C untuk menghindari portal maupun jalur utama.
Portal berbahan besi yang dipasang secara swadaya itu berdiri di ruas jalan menuju Setra Desa Adat Rendang yang tembus ke jalur SMAN 1 Rendang. Langkah tersebut diambil sebagai upaya melindungi infrastruktur jalan yang baru selesai diperbaiki pemerintah agar tidak kembali rusak akibat dilintasi kendaraan bertonase besar.
Perbekel Desa Rendang, I Nengah Kariasa, membenarkan bahwa pemasangan portal merupakan hasil kesepakatan warga setempat. Menurutnya, portal telah dipasang sekitar sepekan lalu demi menjaga kenyamanan masyarakat dan kondisi jalan lingkungan.
"Portal itu dipasang secara swadaya oleh warga. Selama ini jalan permukiman sering dilewati truk pengangkut material galian C, sehingga masyarakat merasa terganggu," ujarnya.
Sebelum memasang portal, warga sebenarnya telah lebih dahulu memasang baliho larangan melintas bagi truk pengangkut material. Larangan tersebut hanya dikecualikan bagi kendaraan yang membawa material untuk kebutuhan di kawasan tersebut.
Namun, imbauan tersebut dinilai tidak efektif karena masih banyak truk yang tetap melintas melalui jalan permukiman.
Dalam sehari, diperkirakan puluhan truk pengangkut material galian C melintas di jalur tersebut, terutama pada malam hingga menjelang pagi. Selain menimbulkan kebisingan, aktivitas kendaraan berat juga dikhawatirkan mempercepat kerusakan jalan yang baru selesai diperbaiki setelah lama dinantikan warga.
Menurut Kariasa, apabila kendaraan bertonase besar terus melintasi jalan lingkungan setiap hari, usia jalan diperkirakan tidak akan bertahan lama. Karena itu, warga memilih memasang portal sebagai bentuk perlindungan terhadap aset infrastruktur yang telah dibangun pemerintah.
Ia menambahkan, jalur yang dilalui truk galian C tidak hanya mengarah ke selatan melalui kawasan Rendang Kelod, tetapi juga menuju wilayah utara. Meski demikian, akses ke arah utara tidak dipasangi portal karena menjadi lintasan kendaraan pariwisata, termasuk bus yang mengangkut wisatawan.
Pemasangan portal ini diharapkan mampu mengurangi aktivitas truk galian C di jalan permukiman sekaligus menjaga kualitas infrastruktur, kenyamanan warga, dan keselamatan pengguna jalan di wilayah Desa Rendang, Kabupaten Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3670 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1342 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1226 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1073 Kali
Mobil Keluar Parkir Tabrak Motor di Seririt, Penumpang Tewas
Dibaca: 897 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun