Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 20 Juli 2026
Pelaku Penembakan di Klub Malam Canggu Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pelaku penembakan di klub malam The Shady Pig, Jalan Pantai Berawa, Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian kurang dari 24 jam setelah kejadian.
Pelaku berinisial HSH (49) diamankan tim gabungan Jatanras Ditreskrimum Polda Bali, Imigrasi Ngurah Rai, dan Polres Badung di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Sabtu (18/7/2026).
Penangkapan tersebut juga melibatkan koordinasi dengan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, serta Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta sebagai bagian dari upaya pengejaran lintas wilayah.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut.
"Ya benar, pelaku kabur dari Bali dengan menumpang pesawat. Pelaku ditangkap kurang dari 24 jam di Bandara Soekarno Hatta," beber PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, pada Minggu, 19 Juli 2026.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polres Badung untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses penyidikan lebih lanjut.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan respons cepat aparat kepolisian dalam mengungkap kasus serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat," ucap Aiptu Ayu Inastuti.
Sebelumnya, insiden penembakan terjadi di klub malam The Shady Pig pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 02.50 Wita.
Berdasarkan keterangan sejumlah karyawan, HSH datang bersama empat rekannya dan menempati sofa nomor 5. Mereka memesan minuman, menikmati hiburan musik dari Disc Jockey (DJ), serta ikut berjoget bersama pengunjung lainnya.
Keributan bermula saat pelaku terlibat cekcok dengan seorang wisatawan asal China berinisial EA (25). Melihat situasi memanas, petugas keamanan klub berinisial IMYM berusaha melerai pertengkaran tersebut.
"Saat terjadi cekcok antara pelaku dan korban asal China, datang saksi security untuk melerai. Turis asal China itu sedang berdiri berdempetan dengan posisi security," beber Aiptu Ayu Inastuti.
Namun, situasi berubah drastis ketika pelaku diduga mengeluarkan senjata api dan melepaskan tembakan. Peluru mengenai paha kiri petugas keamanan IMYM hingga tembus ke belakang dan mengenai paha wisatawan asal China yang berdiri tepat di belakang korban.
"Korban security terkena luka tembak di paha kiri tembus ke belakang hingga mengenai korban 2 yang berdiri di belakang security. Proyektilnya masih bersarang dipahanya," ungkapnya.
Suara letusan sempat dikira sebagai bagian dari efek acara oleh para karyawan. Namun, setelah diketahui berasal dari tembakan, ratusan pengunjung yang berada di dalam klub langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Pelaku bersama rekan-rekannya kemudian melarikan diri sebelum aparat kepolisian tiba di lokasi.
Tim gabungan Polres Badung dan Polda Bali selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, mengamankan barang bukti, serta menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV).
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan satu buah proyektil berwarna kuning tembaga sebagai barang bukti. Sementara itu, penyidik masih terus mendalami motif penembakan, termasuk asal-usul senjata api yang digunakan pelaku.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3747 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1429 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1368 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1361 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1283 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun