Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Karya Warga Binaan Rutan Gianyar Raup Penghasilan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gianyar terus berkembang melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Beragam kerajinan tangan hasil karya warga binaan kini tidak hanya dipamerkan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan melalui pesanan dan penjualan kepada masyarakat.
Pembina Kemandirian Rutan Gianyar, Putu Juliarta, mengatakan warga binaan memanfaatkan bahan sederhana seperti koran bekas untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Kerajinan tersebut antara lain dekorasi dan hiasan pajangan, tempat tisu, pajangan Barong dan Datu, sokasi, bokoran, hingga asbak dengan tampilan yang menarik.
Saat ini sekitar 10 warga binaan terlibat aktif dalam kegiatan kerajinan tersebut. Mereka mengikuti proses produksi secara sukarela sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengisi waktu secara produktif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti.
Proses pembuatan produk dilakukan secara bertahap. Koran bekas terlebih dahulu dirangkai menjadi bentuk yang diinginkan. Setelah itu, produk dijemur hingga kering sebelum memasuki tahap finishing dengan pelapisan pernis agar lebih kuat sekaligus memiliki nilai estetika.
"Untuk satu produk biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga selesai. Mulai dari proses merakit, menjemur sampai dipernis," ujar Juliarta.
Kerajinan hasil karya warga binaan tersebut kini mulai mendapat perhatian masyarakat. Produk yang dihasilkan tidak hanya diperkenalkan melalui pameran atau kegiatan tertentu, tetapi juga dapat dipesan oleh masyarakat sesuai kebutuhan.
Meski kualitas produk terus meningkat, pemasaran masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat. Selama ini hasil kerajinan lebih banyak diperkenalkan melalui pameran maupun kegiatan tertentu.
Baca juga:
7 Warga Binaan Rutan Gianyar Dapat Asimilasi
Penjualan secara rutin masih terbatas sehingga produksi umumnya dilakukan setelah ada pesanan dari konsumen. Kondisi tersebut membuat setiap pesanan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan dari hasil karya mereka.
Harga produk yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu. Harga disesuaikan dengan jenis, ukuran, serta tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.
Sejumlah produk kerajinan bahkan memiliki nilai lebih karena dibuat dari bahan daur ulang dan memiliki bentuk yang unik. Kondisi ini membuat hasil karya warga binaan berpotensi menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari produk dekorasi sekaligus mendukung hasil pembinaan di Rutan Gianyar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1979 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun