Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Karya Warga Binaan Rutan Gianyar Raup Penghasilan

Jumat, 14 Agustus 2026, 14:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Karya Warga Binaan Rutan Gianyar Raup Penghasilan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Kreativitas warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gianyar terus berkembang melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Beragam kerajinan tangan hasil karya warga binaan kini tidak hanya dipamerkan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan melalui pesanan dan penjualan kepada masyarakat.

Pembina Kemandirian Rutan Gianyar, Putu Juliarta, mengatakan warga binaan memanfaatkan bahan sederhana seperti koran bekas untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Kerajinan tersebut antara lain dekorasi dan hiasan pajangan, tempat tisu, pajangan Barong dan Datu, sokasi, bokoran, hingga asbak dengan tampilan yang menarik.

Saat ini sekitar 10 warga binaan terlibat aktif dalam kegiatan kerajinan tersebut. Mereka mengikuti proses produksi secara sukarela sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana bagi warga binaan untuk mengisi waktu secara produktif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka bebas nanti.

Proses pembuatan produk dilakukan secara bertahap. Koran bekas terlebih dahulu dirangkai menjadi bentuk yang diinginkan. Setelah itu, produk dijemur hingga kering sebelum memasuki tahap finishing dengan pelapisan pernis agar lebih kuat sekaligus memiliki nilai estetika.

"Untuk satu produk biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu hingga selesai. Mulai dari proses merakit, menjemur sampai dipernis," ujar Juliarta.

Kerajinan hasil karya warga binaan tersebut kini mulai mendapat perhatian masyarakat. Produk yang dihasilkan tidak hanya diperkenalkan melalui pameran atau kegiatan tertentu, tetapi juga dapat dipesan oleh masyarakat sesuai kebutuhan.

Meski kualitas produk terus meningkat, pemasaran masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat. Selama ini hasil kerajinan lebih banyak diperkenalkan melalui pameran maupun kegiatan tertentu.

Penjualan secara rutin masih terbatas sehingga produksi umumnya dilakukan setelah ada pesanan dari konsumen. Kondisi tersebut membuat setiap pesanan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan dari hasil karya mereka.

Harga produk yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp300 ribu. Harga disesuaikan dengan jenis, ukuran, serta tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya.

Sejumlah produk kerajinan bahkan memiliki nilai lebih karena dibuat dari bahan daur ulang dan memiliki bentuk yang unik. Kondisi ini membuat hasil karya warga binaan berpotensi menjadi pilihan bagi masyarakat yang mencari produk dekorasi sekaligus mendukung hasil pembinaan di Rutan Gianyar.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami