Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bulfest 2026 Putar Ekonomi Rp3,09 Miliar

Senin, 24 Agustus 2026, 11:14 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Buleleng/Bulfest 2026 Putar Ekonomi Rp3,09 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Buleleng Festival 2026 resmi berakhir dengan catatan positif bagi perekonomian daerah. Selama pelaksanaan festival, perputaran ekonomi tercatat mencapai Rp3,091 miliar lebih dan diperkirakan meningkat hingga Rp3,6 miliar lebih setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Buleleng Festival 2026 ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8).

Dampak ekonomi tersebut terutama dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Sebanyak 105 UMKM Buleleng berpartisipasi dalam festival dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari kriya, kuliner, olahan pangan hingga fashion.

Ratusan produk UMKM tersebut dipasarkan melalui tiga zona. Zona A diisi 48 tenan, Zona B sebanyak 38 tenan, sedangkan Zona C terdapat 19 tenan.

Besarnya perputaran ekonomi selama festival menjadi indikator tingginya minat masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara terhadap produk lokal Buleleng.

"Selama enam hari ini masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah," ujar Bupati Sutjidra.

Menurut Sutjidra, Buleleng Festival tidak hanya menjadi panggung bagi seni dan budaya, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kreatif serta kuliner khas Buleleng.

Festival juga dinilai mampu membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda agar terus menghasilkan karya dan mengembangkan potensi lokal.

Dari sisi kebudayaan, penyelenggaraan festival menjadi ruang untuk mempertemukan tradisi dengan kreativitas modern. Pemkab Buleleng berharap pendekatan tersebut dapat menjaga budaya daerah tetap hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.

Bupati Sutjidra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Bulfest 2026. Mereka di antaranya panitia, seniman, komunitas, pelaku usaha, Polres Buleleng, Kodim 1609/Buleleng, perangkat daerah, Kelian Desa Adat Buleleng, Prajuru Banjar Adat, sponsor, relawan dan seluruh pengunjung.

"Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan kebersihan lingkungan, sehingga Buleleng Festival tahun 2026 dapat berjalan nyaman, aman, tertib dan asri," ucapnya.

Menjelang berakhirnya festival, Bupati mengajak masyarakat menerapkan semangat "Uriping Rasa" dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut diwujudkan melalui pelestarian budaya, sikap saling menghargai, penguatan gotong royong serta pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan.

Pemkab Buleleng juga menegaskan komitmen untuk terus mendukung sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif melalui berbagai program yang memberikan ruang bagi pelaku seni dan UMKM.

"Semoga hasil dan semangat festival ini memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Buleleng," tutup Bupati Sutjidra.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Buleleng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami