Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
3,3 Juta Wisatawan Masuk Badung, Layanan Kesehatan Diperkuat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Tingginya arus wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan, terutama untuk menangani kondisi kegawatdaruratan.
Hingga Juli 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tercatat mencapai 3.307.775 orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Badung untuk memastikan masyarakat maupun wisatawan mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, aman, dan sesuai standar.
Penguatan layanan dilakukan melalui sistem Badung Sehat yang menyediakan akses layanan kesehatan selama 24 jam. Sistem tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan yang membutuhkan pelayanan, termasuk dalam kondisi kegawatdaruratan.
Kepala Dinkes Kabupaten Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas di Badung.
“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik sesuai kebutuhan masyarakat termasuk para wisatawan, seperti perlindungan medis yang andal, respons cepat emergency 24 jam serta profesional dan tentunya mempunyai izin sesuai regulasi. Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” ujar Bagus Padma saat diwawancarai di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8).
Respons Darurat Dipangkas Jadi 10-14 Menit
Melalui Badung Sehat, layanan kegawatdaruratan didukung armada ambulans yang tersebar di 13 puskesmas. Sistem tersebut terintegrasi dengan tenaga medis serta petugas ambulans sehingga memungkinkan armada terdekat diarahkan menuju lokasi kejadian.
Integrasi tersebut membuat waktu tanggap kegawatdaruratan dapat ditekan. Jika sebelumnya respons dapat mencapai lebih dari 30 menit, kini rata-rata waktu tanggap setiap kasus berada di kisaran 10-14 menit.
Selain layanan darurat, Badung Sehat menyediakan sejumlah fitur kesehatan lain. Di antaranya telemedicine untuk konsultasi dokter, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan kebutuhan donor darah, serta kanal pengaduan masyarakat.
Sistem tersebut juga digunakan untuk pemantauan wilayah terhadap penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.
Praktik Medis Ilegal Diawasi
Seiring meningkatnya aktivitas pariwisata, Dinkes Badung juga memperketat pembinaan dan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan (faskes) serta praktik pelayanan kesehatan.
Pengawasan menyasar klinik yang tidak memiliki izin maupun praktik medis yang dilakukan di luar ketentuan regulasi. Dinkes juga memberikan perhatian terhadap layanan IV drip atau infus vitamin dan terapi yang ditawarkan secara terselubung tanpa dilakukan oleh fasilitas kesehatan berizin.
Praktik pelayanan kesehatan yang dilakukan warga negara asing (WNA) tanpa izin resmi untuk memberikan layanan medis juga menjadi bagian dari pengawasan.
Dinkes Badung mengimbau seluruh penyedia layanan kesehatan memastikan perizinan dan persyaratan pelayanan telah dipenuhi sebelum memberikan layanan kepada masyarakat maupun wisatawan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan kesehatan.
Rabies dan Penyakit Menular Jadi Perhatian
Selain kegawatdaruratan, Dinkes Badung memperkuat pengendalian penyakit menular dan zoonosis. Cakupan vaksinasi rabies pada populasi anjing di Kabupaten Badung telah mencapai lebih dari 80 persen.
Rabies center juga telah tersedia di setiap puskesmas dan RS Daerah. Untuk kawasan wisata yang memiliki potensi interaksi antara wisatawan dengan satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, disiapkan prosedur penanganan apabila terjadi kasus gigitan satwa.
Kasus gigitan diarahkan ke puskesmas terdekat untuk memperoleh penanganan medis sesuai kondisi dan indikasi, termasuk pemberian Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) apabila diperlukan.
Surveilans epidemiologi turut diperkuat untuk mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas pariwisata tinggi.
Cegah Gangguan Pencernaan Wisatawan
Gangguan kesehatan pencernaan yang kerap disebut wisatawan sebagai “Bali Belly” juga menjadi perhatian Dinkes Badung.
Pencegahan dilakukan dari aspek lingkungan hingga keamanan pangan. Edukasi dan pemeriksaan mencakup higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan.
Pengawasan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata untuk memastikan persyaratan kesehatan dan higiene sanitasi terpenuhi.
Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan resmi, seperti puskesmas, klinik maupun rumah sakit yang telah berizin.
Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik dan saran terkait pelayanan maupun penyelenggaraan pemerintahan melalui Kontak Bupati Badung di nomor 081-558-200-200 melalui WhatsApp.
Sementara wisatawan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kegawatdaruratan kesehatan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2423 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1678 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun