Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Khitanan Massal Warnai Maulid Nabi di Kampung Islam Kepaon

Selasa, 25 Agustus 2026, 21:37 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Khitanan Massal Warnai Maulid Nabi di Kampung Islam Kepaon.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ribuan umat Muslim di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, Kota Denpasar, mengikuti Pawai Taaruf dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).

Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut berlangsung semarak. Pawai diisi dengan kesenian Rodat, rombongan pembawa telur hias, hingga peserta khitanan massal yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Maulid Nabi tahun ini.

Pawai Taaruf dimulai sekitar pukul 07.30 Wita dari Jalan Taman Pancing dan berakhir di Masjid Besar Al-Muhajirin Kepaon. Peserta berasal dari berbagai kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Nuansa tradisi Kampung Islam Kepaon terlihat dalam rombongan pawai. Salah satunya melalui Bale Suji yang dihias dan diisi ribuan telur. Anak-anak yang mengikuti khitanan massal juga ikut dalam rombongan dengan diiringi pertunjukan kesenian Rodat.

Sesampainya di depan Masjid Al-Muhajirin Kepaon, kelompok Rodat yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa menampilkan pertunjukan di hadapan warga. Pementasan tersebut semakin meriah dengan atraksi pencak silat.

Perayaan Maulid Nabi kali ini turut dihadiri tokoh Puri Pemecutan yang juga putra Raja Pemecutan IX, Anak Agung Ngurah Damar Negara. Kehadirannya menjadi bagian dari hubungan historis antara Puri Pemecutan dan masyarakat Kampung Islam Kepaon yang telah terjalin sejak masa lalu.

"Kami meneruskan kebhinekaragaman, toleransi antarumat beragama yang sudah terbangun sejak dahulu, zaman nenek moyang kami. Di saat suasana HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, momen menambah semangat kami semua. Dengan persatuan dan kesatuan bangsa ini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga," ujar Damar Negara.

Damar Negara mengatakan dirinya secara rutin menghadiri perayaan Maulid Nabi di Kampung Islam Kepaon. Ia juga menilai kesenian Rodat memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan budaya antara masyarakat Kepaon dan Puri Pemecutan.

Kesenian Rodat sendiri tumbuh dan berkembang di Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, Kota Denpasar. Kampung tersebut dihuni masyarakat keturunan Bugis dan Melayu yang datang ke Bali pada masa Kerajaan Badung.

Para pendatang beragama Islam tersebut kemudian diberikan tempat tinggal di wilayah Kepaon atas kebijaksanaan Raja Badung pada masa itu. Hubungan tersebut kemudian berkembang dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat hingga saat ini.

"Kami juga mendukung keberadaan kesenian Rodat. Apalagi saat ada acara di Puri Pemecutan selalu mengundang pemain Rodat," katanya.

Menurut Damar Negara, kesenian Rodat tidak hanya ditampilkan dalam kegiatan Puri Pemecutan. Masyarakat dan keluarga yang menggelar berbagai upacara adat juga kerap mengundang kelompok Rodat untuk tampil.

Ia menilai keterlibatan kelompok Rodat dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mempertahankan eksistensi kesenian tradisional Kampung Islam Kepaon agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Masjid Al-Muhajirin Kepaon Denpasar, Fathurrahim, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan tradisi yang terus diwariskan masyarakat Kampung Islam Kepaon dari generasi ke generasi.

Selain Pawai Taaruf, pelaksanaan khitanan massal sengaja dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi. Menurut Fathurrahim, perpaduan kedua kegiatan tersebut diharapkan memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak peserta khitanan.

"Budaya sunat ini tentunya memberikan kesan bagi anak-anak, karena khitan itu adalah sunah Rasul. Maka kita rangkai Maulid ini dengan khitanan. Mereka salah satunya memakai kuda dan diiringi dengan tarian Rodat. Ini adalah simbol bahwa tradisi kita berjalan dengan baik, sesuai yang diharapkan oleh para orang tua dan sesepuh kita di kampung," jelas Fathurrahim, menyebut ada 37 peserta khitanan massal.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami