Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Turis Taiwan Tak Lapor, Kasus Pelecehan di Lovina Berujung Sanksi Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026, 15:20 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Turis Taiwan Tak Lapor, Kasus Pelecehan di Lovina Berujung Sanksi Sosial.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kasus turis asal Taiwan yang mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat membuat konten outfit of the day (OOTD) di kawasan Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, tidak berlanjut ke proses pidana.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, kepolisian telah berkomunikasi dengan wisatawan tersebut melalui email beberapa waktu lalu. Dalam komunikasi itu, korban menyampaikan kekecewaannya atas kejadian yang dialaminya.

Polisi juga sempat menawarkan agar korban membuat laporan resmi secara daring. Namun, tawaran tersebut tidak ditindaklanjuti karena korban memilih tidak membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

"Kita enggak bisa proses karena tidak ada laporan resmi dari korban. Korban tidak mau melaporkan," kata AKBP Ruzi, Selasa (25/8).

Menurut Ruzi, kejadian yang dialami wisatawan Taiwan tersebut sebenarnya berlangsung cukup lama sebelum kasusnya menjadi perhatian publik. Korban diketahui telah meninggalkan Indonesia pada 15 Juli 2026.

"Peristiwa itu terjadi sebelum korban meninggalkan Indonesia tanggal 15 Juli. Jadi kejadiannya sudah cukup lama. Video itu kemudian diupload saat korban sudah meninggalkan Indonesia," jelasnya.

Pengalaman tersebut sebelumnya dibagikan korban melalui akun Instagram @aurosa_a dan kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam unggahannya, wisatawan tersebut menceritakan adanya seorang pria yang menghampirinya ketika sedang membuat konten di pinggir jalan.

Pria berinisial N (68) tersebut disebut mengajak korban berjabat tangan sambil menyampaikan harapan agar wisatawan itu menikmati liburannya. Pada awalnya, korban menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk keramahan warga lokal.

Namun, korban kemudian merasa tidak nyaman karena jabat tangan berlangsung cukup lama. Unggahan tersebut akhirnya memicu perhatian publik dan aparat setempat.

Setelah kejadian menjadi viral, polisi bersama aparat desa memberikan pembinaan kepada N. Yang bersangkutan juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Meski tidak masuk ke proses pidana, kepolisian tetap memberikan tindakan terhadap N. Polisi menilai diperlukan efek jera agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Karena ini delik aduan, kami tetap memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Namun mungkin sanksi sosial, seperti bersih-bersih di pura biar ada efek jera," ujarnya.

Ruzi menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, perilaku yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman dapat berdampak terhadap citra pariwisata Buleleng dan Bali secara keseluruhan.

"Harus ada efek jera ke dia. Kita enggak mau kejadian seperti ini nanti membuat coreng pariwisata yang ada di Buleleng khususnya, di Bali pada umumnya. Keamanan adalah faktor mutlak pariwisata. Jangan gara-gara hal yang begitu, tidak ada lagi yang mau datang ke Bali. Yang rugi siapa? Ya kita semua," tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami