Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Disbudpar Karangasem Tegaskan Parade Gong Kebyar Bukan Lomba
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Karangasem menegaskan Parade Gong Kebyar kategori anak-anak dalam rangkaian Pameran Pembangunan Karangasem 2026 bukan ajang perlombaan.
Kegiatan tersebut merupakan parade sekaligus ruang pengamatan untuk mencari penyaji terbaik yang nantinya berpeluang ditunjuk sebagai wakil Kabupaten Karangasem dalam Pesta Kesenian Bali (PKB).
Kepala Disbudpar Karangasem, Putu Eddy Surya, mengatakan parade gong kebyar dan baleganjur merupakan agenda yang rutin digelar setiap tahun. Dalam pelaksanaannya, peserta diamati oleh tim pengamat berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan.
“Ini bukan lomba, tetapi parade. Namun dari parade ini kami mencari penyaji terbaik yang nantinya akan ditunjuk mewakili Karangasem ke PKB,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, Disbudpar Karangasem telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya melalui rapat bersama para camat, ketua sekaa, sanggar, dan komunitas yang membahas kriteria umum serta kriteria khusus sebagai dasar pengamatan.
Dalam parade tersebut, terdapat tiga orang pengamat yang memberikan poin berdasarkan kriteria penilaian. Setiap pengamat membawa lembar pengamatan untuk mencatat penampilan masing-masing peserta.
Eddy menjelaskan mekanisme parade memiliki konsep berbeda dengan perlombaan. Dalam perlombaan terdapat tahapan dan persyaratan yang lebih ketat, termasuk pemeriksaan sebelum peserta tampil. Sementara parade lebih diarahkan sebagai ruang apresiasi sekaligus evaluasi terhadap kualitas penyajian dari masing-masing kecamatan.
Meski bukan kompetisi, hasil pengamatan tetap digunakan untuk mencari penyaji terbaik yang menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan wakil Karangasem pada PKB.
“Memang dari tahun ke tahun selalu ada pertanyaan siapa yang terbaik. Dalam rapat juga disampaikan mengenai penyaji terbaik. Tetapi tahun ini memang belum kami umumkan,” ujarnya.
Sebelumnya, terdapat usulan agar penyaji terbaik diumumkan setelah pelaksanaan parade. Namun, rencana tersebut belum direalisasikan karena masih terdapat sejumlah masukan maupun komplain yang perlu dibahas kembali.
Disbudpar Karangasem selanjutnya akan mengevaluasi hasil pelaksanaan parade. Hasil pengamatan dari tiga pengamat akan menjadi bahan pembahasan sebelum keputusan mengenai sekaa yang akan mewakili Karangasem ke PKB ditetapkan.
“Ini akan menjadi evaluasi kami. Kalau ada kekurangan, tentu akan kami perbaiki. Nanti kami rapatkan kembali dan sepakati. Keputusan juga kembali kepada sekaa terkait kesiapan mereka,” tegas Eddy.
Selain mekanisme pengamatan, pembinaan terhadap peserta juga telah dilakukan sejak sekitar satu tahun sebelumnya. Setiap peserta memperoleh dukungan uang pembinaan sebesar Rp35 juta untuk mendukung proses latihan.
Materi yang dipersiapkan dalam pembinaan tersebut terdiri dari dua materi, yakni gong dan tari. Selain uang pembinaan, seluruh peserta parade juga memperoleh uang penghargaan sebesar Rp10 juta.
Eddy menegaskan, penentuan wakil Karangasem ke PKB tidak hanya melihat penampilan terbaik dalam satu kali parade. Hasil pengamatan dan kesiapan sekaa juga menjadi pertimbangan penting sebelum keputusan akhir ditetapkan.
“Jadi, parade ini bukan lomba. Kita mengamati penyaji terbaik, kemudian hasilnya menjadi bahan untuk menentukan siapa yang akan mewakili Karangasem ke PKB,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5721 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2544 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2184 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan