Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 8 November 2026
Masuk KEN 2026, Festival Barong Taman Ayun Bidik Wisatawan ke Badung Tengah-Utara
bbn/dok Diskominfo Badung/Masuk KEN 2026, Festival Barong Taman Ayun Bidik Wisatawan ke Badung Tengah-Utara.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung menjadikan Taman Ayun Barong Festival Regeneration dan Superstar 2026 sebagai salah satu strategi memperluas persebaran kunjungan wisatawan ke wilayah Badung Tengah dan Utara.
Festival yang masuk dalam 125 event terpilih Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata budaya di luar kawasan selatan Badung.
Festival berlangsung selama dua hari, 6-7 November 2026, di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Pura Taman Ayun, Mengwi. Selain menjadi ruang pelestarian seni pertunjukan Barong, kegiatan ini diarahkan untuk memperkenalkan potensi destinasi dan desa wisata kepada pasar wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan pelaksanaan kesembilan sejak pertama kali digelar pada 2016. Jika sebelumnya kegiatan diinisiasi pengelola DTW Taman Ayun bersama Penglingsir Puri Mengwi, tahun ini penyelenggaraan dilakukan oleh Dispar Badung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui program KEN.
"Ini merupakan kegiatan yang ke-9, yang sudah kita lakukan dari tahun 2016. Sebelumnya kegiatan ini diinisiasi oleh DTW Taman Ayun sendiri bekerja sama dengan Penglingsir Puri Mengwi. Namun, di tahun ini kegiatan sudah dilaksanakan oleh kami dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata melalui Karisma Event Nusantara (KEN)," ujar Kepala Dispar Badung, Anak Agung Putri Mas Agung, Sabtu (7/11/2026).
Menurutnya, masuknya Taman Ayun Barong Festival dalam 125 event KEN 2026 menjadi peluang untuk memperluas promosi pariwisata budaya Badung. Pengakuan dalam kalender event nasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan Taman Ayun dan destinasi lain di wilayah tengah serta utara.
"Melalui penyelenggaraan event berskala nasional, kami berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi kawasan Taman Ayun dan destinasi wisata lainnya di wilayah Badung Tengah dan Utara," katanya.
Strategi Pemerataan Wisata di Badung
Putri Mas Agung menjelaskan, pengembangan pariwisata Badung tidak hanya diarahkan pada kawasan selatan yang selama ini menjadi pusat akomodasi dan aktivitas wisata. Pemerintah daerah juga berupaya mengoptimalkan potensi Badung Tengah dan Utara melalui penyelenggaraan event serta pengembangan desa wisata.
"Mungkin untuk akomodasi kita sudah sediakan di Badung Selatan, namun untuk event-event kita upayakan untuk dilaksanakan di wilayah Badung Tengah dan Utara, termasuk juga di dalamnya adalah desa wisata," jelas Putri Mas Agung.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni Barong, tetapi juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menggelar exhibition. Sejumlah Konsul Jenderal negara sahabat, di antaranya Australia, Rusia, Tiongkok, dan India, turut diundang untuk menyaksikan festival.
Kehadiran perwakilan negara sahabat tersebut diharapkan memperluas jangkauan promosi pariwisata Badung hingga pasar internasional.
Dispar Badung juga berencana mengembangkan festival dengan skala lebih besar pada tahun mendatang. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menghadirkan workshop budaya yang melibatkan wisatawan secara langsung.
"Harapannya tahun depan kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan skala yang lebih besar dan tentunya banyak melibatkan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Mungkin salah satunya kita akan ada workshop yang melibatkan kegiatan dengan para wisatawan. Kita ingin kegiatan ini selain sebagai pelestarian budaya, juga dalam rangka mewujudkan pariwisata Badung yang berkualitas," imbuhnya.
Selain itu, Dispar Badung berencana memperkuat pengembangan kegiatan berbasis desa wisata dengan melibatkan perusahaan dan pelaku industri pariwisata. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi lokal, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menghadirkan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung.
"Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan potensi lokal, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta menciptakan pilihan pengalaman wisata yang lebih beragam bagi pengunjung",ucap Putri Mas Agung.
Kementerian Pariwisata Apresiasi Festival Barong
Masuknya Taman Ayun Barong Festival dalam KEN 2026 mendapat apresiasi dari Tim Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Theresia Ria. Ia menilai festival tersebut memiliki daya tarik karena mengangkat kekayaan budaya Bali yang menjadi salah satu keunggulan pariwisata Indonesia.
"Saya mengucapkan apresiasi kepada penyelenggara Taman Ayun Barong Festival karena tahun ini telah masuk ke salah satu program Kementerian Pariwisata, yaitu Karisma Event Nusantara (KEN). Untuk festivalnya sendiri sangat menarik karena festival ini mengangkat budaya Bali yang kita banggakan," ungkapnya.
Kementerian Pariwisata berharap penyelenggaraan festival tersebut dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Kementerian Pariwisata berharap festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," tambah Theresia.
Regenerasi Seniman Muda dan Pelestarian Barong
Di balik strategi promosi pariwisata, Taman Ayun Barong Festival juga membawa misi menjaga keberlanjutan warisan budaya Bali. Ida Cokorda Mengwi XIII mengatakan festival ini menjadi wadah untuk mempertahankan seni pertunjukan Barong sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi Bali kepada masyarakat luas.
Menurutnya, Pura Taman Ayun dan seni Barong memiliki nilai penting sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga. Melalui festival ini, keduanya dipertemukan dalam satu kegiatan sebagai wujud komitmen masyarakat melestarikan tradisi leluhur.
"Pelaksanaan Taman Ayun Barong Festival ini tidak lain adalah untuk melestarikan budaya kita. Karena Barong itu sudah masuk di dalam warisan budaya dunia, dan Taman Ayun sendiri juga masuk dalam warisan budaya dunia. Jadi dua warisan budaya dunia itu menjadi satu berkolaborasi sekarang untuk menunjukkan bagaimana tekad kita untuk melestarikan budaya," jelas Ida Cokorda Mengwi XIII.
Festival tahun ini menghadirkan dua kategori pertunjukan, yakni Regeneration dan Superstar. Kategori Regeneration melibatkan anak-anak tingkat SD dan SMP sebagai upaya menyiapkan generasi penerus seni pertunjukan Barong.
Dalam kategori tersebut, peserta menampilkan Barong Buntut di Wantilan Pura Taman Ayun. Penari hingga penabuh kendang juga berasal dari kalangan anak-anak.
"Tujuannya adalah agar warisan budaya kita yang adiluhung ini terus dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat kita sendiri. Oleh karena itu, pesertanya adalah anak-anak tingkat SD dan SMP. Barong yang dipakai adalah Barong Buntut. Termasuk juga tukang kendangnya dari anak-anak, ini juga bagian dari regenerasi para penabuh kendang," paparnya.
Sementara itu, kategori Superstar diikuti peserta yang telah memiliki prestasi dalam berbagai kompetisi, dengan persyaratan minimal tiga kali meraih juara. Berbeda dengan kategori Regeneration, penari Barong dan penabuh kendang dalam kategori ini dipertemukan secara acak untuk menunjukkan kemampuan masing-masing.
"Jadi pesertanya diacak atau tarung bebas. Masing-masing mencari nilai sendiri dan ini tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pementasan Barong sesuai dengan pakem-pakem yang ada, karena akan dinilai oleh juri-juri yang amat profesional," katanya.
Ida Cokorda Mengwi XIII juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap penyelenggaraan festival. Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus daya tarik wisata yang memperkenalkan tradisi Bali kepada pengunjung.
Kehadiran para Konsul Jenderal negara sahabat dinilai menjadi peluang untuk memperluas promosi festival ke tingkat internasional.
"Jangan lupa mereka itu adalah perwakilan negara sahabat yang bisa menyampaikan dan mempromosikan apa yang kita laksanakan. Mereka adalah perwakilan yang bisa merekam dan menyampaikan kegiatan ini ke negara masing-masing," tutup Ida Cokorda Mengwi XIII.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 736 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan