Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
1 Jenazah Ditemukan Mengambang di Pantai Penginuman
Diduga Korban KMP Yunicee
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satu jenazah ditemukan mengambang di Perairan Pantai Penginuman Kelurahan Gilimanuk Jembrana, Sabtu (03/07/2021) pagi.
Jenazah tersebut diduga salah satu korban tenggelam KMP Yunicee yang karam Selasa (29/06/2021). Dari informasi yang dihimpun, jenazah saat ditemukan dalam posisi mengapung di Pantai Penginuman Kelurahan Gilimanuk Oleh Tim SAR Gabungan sekitar pukul 08.20 WITA, sekira 3 mil dari lokasi Kapal KMP Yunicee Tenggelam.
Jenazah lalu dievakuasi menggunakan mobil ambulans ke kamar mayat RSU Negara Jembrana. Kemudian Tim Inafis Polres Jembrana dan Polda Bali melakukan pemeriksaan sementara. Jenazah mengenakan pakaian kemeja, celana pendek warna coklat dan menggunakan sepatu warna biru.
"Menang benar RSU Negara menerima jenazah korban tenggelam dari tim SAR Gabungan. Kita masih menunggu pemeriksaan luar dari tim dokter dan inafis," kata Plt Direktur RSU Negara dr. Eka Indrawati.
Ia mengatakan pemeriksaan luar jenazah sudah dilakukan, namun petugas Inafis kesulitan mengidentifikasi lantaran Sidik Jari tangan sudah hancur.
Tim masih berusaha mengidentifikasi menggunakan alat Mambis (mobile automated multy biomtrik identification system) Reskrim Polres Jembrana.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4119 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1412 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun