Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
18 Ribu Warga Denpasar Rentan Jatuh Miskin
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar menaruh perhatian serius terhadap sekitar 18.000 warga yang berada di ambang garis kemiskinan. Kelompok rentan tersebut menjadi perhatian pemerintah agar tidak mengalami penurunan kesejahteraan dan masuk dalam kategori masyarakat miskin.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, secara makro capaian pembangunan dan indikator kesejahteraan masyarakat di Kota Denpasar menunjukkan tren positif.
Pertumbuhan ekonomi Denpasar pada 2026 tercatat mencapai 6,11 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar masih menjadi yang tertinggi di Bali dan masuk jajaran 10 besar nasional.
"Dalam aspek kesejahteraan sosial juga terjadi peningkatan pada indikator umur harapan hidup, harapan lama sekolah, dan rata-rata lama sekolah. Sementara tingkat kemiskinan kita berada di angka 2,6 persen, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia," ujar Arya Wibawa, Kamis (6/8/2026).
Meski tingkat kemiskinan relatif rendah, Pemkot Denpasar tetap mewaspadai kelompok masyarakat yang berada di sekitar garis kemiskinan. Dari sekitar 18.000 warga tersebut, pemerintah menilai diperlukan intervensi yang tepat agar kondisi ekonomi mereka tidak semakin menurun.
"Karena dari sisi jumlah penduduk kita ada sekitar 18.000 yang berada di pinggir atau mendekati garis kemiskinan. Kalau intervensinya tidak tepat, mereka bisa turun ke desil yang lebih rendah sehingga jumlah masyarakat miskin akan bertambah," jelasnya.
Arya Wibawa mengatakan, Pemkot Denpasar berupaya menjaga masyarakat yang berada pada kelompok desil 5 dan 6 agar tidak bergeser ke kelompok desil yang lebih rendah.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan perlindungan sosial. Pemerintah juga mengarahkan intervensi berdasarkan kebutuhan masyarakat sehingga bantuan dan program yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Untuk mendukung penanganan kemiskinan, Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,152 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, termasuk penataan kawasan kantong kemiskinan, bedah rumah, serta peningkatan kualitas infrastruktur dasar.
"Infrastruktur di kawasan-kawasan tersebut terus kita perbaiki. Misalnya, jika ada rumah yang belum memiliki MCK akan kita bangunkan, sehingga ke depan tidak ada lagi kawasan kumuh di Kota Denpasar," katanya.
Selain perbaikan infrastruktur, Pemkot Denpasar juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi. Program tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan.
Pemberdayaan diarahkan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan perlindungan sosial, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi.
Melalui kombinasi perlindungan sosial, perbaikan infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi, Pemkot Denpasar menargetkan masyarakat rentan tetap berada di atas garis kemiskinan sekaligus menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1401 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 864 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 741 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun