Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
120 Orang Meninggal Imbas Gempa M 6,3 Guncang Afghanistan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Penanggulangan Bencana Provinsi Herat, Mosa Ashari, mengungkapkan terdapat sekitar 120 orang meninggal dunia imbas gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3 mengguncang Afghanistan pada Sabtu (7/10) pagi.
Sementara, terdapat lebih dari seribu orang yang terluka sedang dirawat di rumah sakit.
"Sejauh ini lebih dari seribu perempuan, anak-anak, dan lanjut usia yang terluka telah dimasukkan dalam catatan kami," kata Mosa Ashari kepada AFP, Sabtu (7/10).
"Dan sekitar 120 orang kehilangan nyawa," lanjutnya.
Survei Geologi Amerika Serikat menjelaskan pusat gempa berada di 40 kilometer dari barat laut kota Herat. Setelah itu, terdapat delapan gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 4,3 dan 6,3.
Sebelumnya, gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 6,2 melanda Afghanistan bagian barat pada Sabtu (7/10) pagi waktu setempat.
Gempa bumi itu tercatat melanda Afghanistan sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
Seperti dilansir Straits Times, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada dekat dengan kota terbesar di kawasan tersebut.
USGS menyatakan pusat gempa Afghanistan hari itu berada pada 40 km barat laut Kota Herat, dan diikuti gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,5.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4244 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1447 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 944 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 876 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 767 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun