Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
140 Orang Keracunan Gegara Makan Belut Panggang di Jepang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Satu orang tewas dan sebanyak 140 orang keracunan usai mengonsumsi belut panggang di sebuah department store di Yokohama, Jepang.
Pihak Keikyu Department Store di Yokohama, yang berjarak sekitar satu jam dari Tokyo, menyampaikan permintaan maaf usai pelanggannya yang membeli menu makan siang berisi belut panggang, tiba-tiba mengalami muntah dan diare.
Salah satu pelanggan wanita lansia berusia 90 tahun meninggal dunia usai keracunan belut panggang ini.
Penyelidikan yang dilakukan usai insiden ini menemukan adanya jenis bakteri yang disebut staphylococcus aureus di dalam produk belut panggang tersebut.
"Kami menanggapi kejadian ini dengan sangat serius dan sangat menyesal. Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas kesehatan masyarakat," kata Shinji Kaneko dari Keikyu Department Store.
Restoran Isesada yang berbasis di Tokyo selaku penanggung jawab dalam department store tersebut, bertanggung jawab untuk memasak dan langsung menjual produk belut.
Belut panggang merupakan salah satu kuliner populer di Jepang. Makanan ini dihidangkan dengan cara ditusuk dan dipanggang, kemudian disiram campuran kecap asin dan anggur beras mirin yang manis. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3098 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2115 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun