Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Jalan Diponegoro Singaraja Segera Ditata, Anggaran Rp5 Miliar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng melanjutkan penataan wajah Kota Singaraja setelah menyelesaikan revitalisasi kawasan Titik Nol. Selanjutnya, kawasan Jalan Diponegoro, Kecamatan Buleleng, akan ditata menjadi pusat kuliner dan ruang publik baru yang terhubung hingga Pelabuhan Buleleng.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan penataan Jalan Diponegoro ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 setelah proses lelang selesai dan penyedia pekerjaan ditetapkan. Saat ini, proses pengadaan proyek tersebut masih berlangsung.
"Setelah Titik Nol, rencana berikutnya penataan Jalan Diponegoro, targetnya mulai bulan depan ditata," ujar Sutjidra ditemui Jumat (31/7).
Baca juga:
Ribuan Krama Bugbug Datangi Polres Karangasem, Dukung Pimpinan Adat Terkait Penataan Pura
Konsep penataan Jalan Diponegoro akan mengusung pedestrian yang lebih luas seperti kawasan Titik Nol. Kawasan tersebut nantinya diarahkan menjadi sentra kuliner khas Buleleng dengan konsep menyerupai pasar malam.
Selain menyediakan ruang bagi pelaku usaha kuliner, Pemkab Buleleng juga menyiapkan area khusus bagi food truck serta ruang untuk komunitas menggelar berbagai kegiatan.
"Kemungkinan nanti di sana kita pusatkan untuk kulinernya Buleleng. Jadi seperti pasar malam. Ada pedestrian yang cukup luas, food truck, dan ruang untuk komunitas," katanya.
Sanitasi Jalan Diponegoro Dibemahi
Penataan Jalan Diponegoro tidak hanya menyasar pedestrian dan ruang aktivitas masyarakat. Pemkab Buleleng juga akan membenahi sistem sanitasi di kawasan tersebut.
Pembenahan sanitasi dilakukan untuk mengurangi kesan kumuh dan persoalan bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Kawasan Jalan Diponegoro diharapkan dapat berubah menjadi ruang publik yang lebih nyaman sekaligus menjadi salah satu wajah Kota Singaraja.
"Sanitasinya kita benahi supaya tidak seperti sekarang yang berbau dan terlihat kumuh. Kita ingin kawasan itu benar-benar tertata dan menjadi wajah Kota Singaraja," jelasnya.
Untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari, kawasan tersebut juga akan dilengkapi lampu pedestrian. Dengan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat menikmati ruang publik untuk berjalan kaki maupun berkegiatan dengan lebih nyaman.
Pemkab Buleleng menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk merealisasikan proyek penataan Jalan Diponegoro. Sutjidra optimistis pekerjaan dapat dimulai pada Agustus 2026 dan diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
"Anggarannya sekitar Rp5 miliar. Mudah-mudahan kalau pemenang lelang sudah ada, bulan depan mulai dikerjakan sehingga tiga sampai empat bulan bisa selesai," ucapnya.
Parkir dan Pedagang Turut Ditata
Selain penataan fisik kawasan, Pemkab Buleleng juga akan mengatur keberadaan parkir dan pedagang bermobil yang selama ini beraktivitas di sepanjang Jalan Diponegoro.
Penataan dilakukan agar kawasan tetap tertib dan tidak mengganggu fungsi pedestrian maupun aktivitas masyarakat. Area parkir nantinya akan diatur pada sisi barat Jalan Diponegoro.
Penataan Jalan Diponegoro menjadi bagian dari upaya Pemkab Buleleng melanjutkan pembenahan kawasan perkotaan Singaraja setelah revitalisasi Titik Nol. Kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang publik baru sekaligus pusat kuliner yang memperkuat daya tarik Kota Singaraja.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2059 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun