Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
14,8 Persen Balita di Buleleng Alami Stunting
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 14,8 persen balita di Kabupaten Buleleng tercatat mengalami stunting. Kondisi ini dipicu karena pemberian imunisasi dasar yang belum maksimal.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng, Nyoman Riang Pustaka pada Rabu (24/9) mengatakan, imunisasi dasar baru menyentuh angka 69 persen.
Hal ini terjadi lantaran masih banyak masyarakat yang tidak datang ke Posyandu dengan alasan sibuk bekerja. Selain itu, faktor pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak tepat juga ikut menjadi penyebab stunting.
"Angka Stunting di Buleleng meningkat. Penyebabnya, karena tingkat kehadiran Posyandu hanya 80 persen, pemberian imunisasi dasar diangka 67 persen. Kalau imunisasi tidak lengkap, anak bisa berpotensi sakit dan menyebabkan terhambat pertumbuhannya," jelasnya.
Riang mengakui pihaknya belum bisa menyesuaikan waktu pelaksanaan imunisasi dengan jam yang dimiliki oleh warga. Karena itu, Pemkab Buleleng akan lebih gencar melakukan sosialisasi agar pemberian imunisasi dasar bisa menyasar 100 persen balita.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna meminta seluruh OPD terkait untuk berkolaborasi dalam menurunkan angka stunting. Tahun ini, pemerintah menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 6 persen, dan tahun 2026 turun lagi ke angka 5 persen.
"Kita harus serius menurunkan kondisi ini, khususnya pada Balita. Saya minta OPD berkolaborasi, segera lakukan langkah-langkah strategis,” tegas Wabup Supriatna.
Ia juga mendorong agar OPD segera menyusun program percepatan penurunan stunting sehingga bisa diprioritaskan dalam APBD tahun 2026.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3920 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3095 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2113 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2058 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun