Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
154 Laporan Jalan Rusak Diterima Ombudsman, Terbanyak di Bali
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebanyak 154 laporan masyarakat terkait jalan rusak dan berlubang dalam tiga tahun terakhir diterima Ombudsman RI. Anggota Ombudsman RI Hary Susanto mendorong pemerintah dan pengelola infrastruktur jalan untuk berbenah.
"Bahwa terdapat 154 laporan masyarakat terkait jalan rusak atau jalan berlubang yang diterima Ombudsman dari tahun 2021 sampai 2023, pengaduan berupa konsultasi nonlaporan, laporan masyarakat dan respons cepat Ombudsman melalui AhatsApp,” kata Hery dalam 'Catatan Akhir Ombudsman Mengenai Pengawasan Pelayanan Publik Sektor Transportasi, Infrastruktur Jalan, dan Energi', Jumat (29/12/2023).
Hery mengatakan dalam tiga tahun terakhir laporan jalan rusak atau berlubang paling banyak terjadi di Provinsi Bali sebanyak 55 laporan.
Kemudian diikuti Bangka Belitung dengan 54 laporan, Sumatra Selatan 19 laporan, dan Sumatra Barat 17 laporan.
Hery menilai belum ada sarana komunikasi pengaduan yang efektif dan efisien untuk masyarakat melaporkan kondisi kerusakan dan gangguan fungsi jalan.
Padahal kata dia, negara bertanggung jawab atas lalu lintas dan angkutan jalan. Ketentuan itu merupakan amanat Pasal 5 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. (sumber: kbr.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4102 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1408 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 865 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun