Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 8 Agustus 2026
16 Warga Bondalem Positif Covid-19, Pemkab Buleleng Terapkan Karantina Desa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Setelah kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST menetapkan penerapan karantina pada Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Buleleng memiliki kewajiban untuk menyiapkan bantuan pangan untuk warga di Desa tersebut.
[pilihan-redaksi]
Dengan demikian, Pemkab Buleleng mulai menyusun strategi untuk penyediaan pangan bagi warga Desa Bondalem. Hal ini dibahas pada Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST dan diikuti oleh Pimpinan SKPD terkait, FKPD Kabupaten Buleleng serta beberapa pihak terkait, di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Minggu (3/5).
Dalam rapat tersebut, diputuskan setiap orang akan mendapatkan bantuan berupa beras sebanyak 0,4 kilogram, 3 butir telur, 2 mie instan dan minyak goreng. Penetapan Karantina Desa ini akan diberlakukan sejak minggu, 3 Mei 2020 sore. Penetapan karantina desa diambil berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang hasilnya belasan pedagang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
Hal itu disampaikan langsung Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST selaku Ketua Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng usai memimpin rapat. Dijelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang diterima Gugus Tugas Buleleng pada Sabtu, 2 Mei 2020, ada 16 orang yang hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka yang terpapar adalah 14 orang pedagang, satu orang keluarga PDP 18, dan seorang lagi adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Jadi saya minta semua masyarakat di Bondalem untuk diam di rumah selama 15 hari. Jadi tidak ada interkasi sosial, ekonomi dan sebagainya. Konsekuensinya tidak ada interaksi keluar masuk Desa Bondalem,” ujarnya.
Pihaknya akan mengintruksikan Perbekel Desa Bondalem untuk melakukan pendataan kepada warganya guna mengoptimalkan pemberian bantuan sembako. Selain itu juga, untuk memaksimalkan proses tracing terhadap keluarga pasien terkonfirmasi positif.
“Perbekel Bondalem sudah saya minta untuk melakukan pendataan terhadap jumlah warga disana, dan juga agar disampaikan berapa masyarakat yang mampu dan masyarakat yang kurang mampu,” tegasnya.
Khusus di Banjar Celagi Batur, Desa Bondalem Kecamatan Tejakula, sebanyak 94 orang dari 28 Kepala Keluarga (KK) diberlakukan karantina secara tertutup. Selama 14 hari, 94 orang tersebut tidak diperkenankan keluar rumah, namun makanan siap saji akan disediakan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng.
Untuk warga Desa Bondalem lainnya selama masa karantina desa tidak diperkenankan keluar Desa Bondalem, dan warga dari desa lain juga tidak diperkenankan ke Desa Bondalem untuk sementara waktu. Warung-warung makan, warung kopi, atau warung kecil lainnya tidak dibuka dulu kecuali penjual sembako, penjual gas boleh buka namun tetap terbatas.
“Semua ini akan diawasi oleh seluruh aparat keamanan yang ada di Kabupaten Buleleng," imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa,M.Pd selaku Sekretaris Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng mengatakan, akan segera membuat Surat Keputusan (SK) Bupati kepada Dinas Sosial sebagai acuan dasar pemberian sembako. Suayasa mengatakan, sudah melakukan estimasi biaya untuk seluruh warga Bondalem sebagai konsekuensi penerapan karantina desa.
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4327 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1461 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 956 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 889 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun