Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
28 Tahun Staf dan Pasien Rumah Sakit Ini Minum Air Toilet
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tanpa disadari, selama 28 tahun lamanya orang-orang di rumah sakit Osaka, Jepang, meminum air toilet akibat kesalahan pengaturan saluran pipa.
Namun, air di rumah sakit ini setiap minggunya rutin diperiksa dari sisi warna, kualitas, dan baunya.
Hasilnya, air yang diperuntukan menyiram toilet ini tidak ditemukan adanya masalah, bahkan air ini digunakan untuk minum sejak 1993 silam.
Ternyata fenomena ini berasal dari pipa bangunan yang tidak pernah berubah sejak rumah sakit pertama kali dibangun pada 3 dekade lalu.
Seiring berjalannya waktu, sudah ada lebih dari 100 bangunan di universitas tempat rumah sakit tersebut beroperasi. Awalnya, air sumur yang telah diolah akan digunakan untuk menyiram toilet.
Tapi akibat kesalahan konstruksi, pipa air minum malah tersambung untuk air toilet, dan sebaliknya pipa air sumur malah tersambung untuk air minum.
Bahkan selama 28 tahun pula, staf di rumah sakit tidak hanya minum dari air toilet, tapi juga menggunakan air tersebut untuk berkumur dan mencuci tangan.
Hal ini akhirnya terungkap baru-baru ini, setelah pihak manajemen rumah sakit mulai membangun gedung baru, dan segera dilakukan perbaikan.
Akibat kesalahan ini, peneliti sekaligus wakil presiden universitas, Kazuhiko Nakatani, meminta maaf terkait hal ini.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1568 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1181 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1029 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 907 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah