Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
5 Manfaat Cincau Untuk Kesehatan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Cincau hitam kerap digunakan sebagai isian es campur. Selain, lezat cincau hitam mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh. ini manfaat cincau hitam untuk kesehatan.
1. Anti kanker
Cincau hitam mengandung antioksidan yang mampu menurunkan risiko tumor dan kanker. Hebatnya lagi cincau hitam bisa mematikan sel tumor dan kanker dalam tubuh.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh
Melansir dari Kompas.com, cincau hitam bisa membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Cincau hitam mengandung antioksidan yang bisa menangkal radikal bebas dan infeksi sejumlah virus.
3. Kesehatan jantung
Cincau hitam kaya akan serat alami. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
4. Diabetes
Diabetes salah satu penyakit yang umum diderita masyarakat. Cincau baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.
Cincau hitam mengandung gula alami yang tidak berdampak buruk untuk tubuh. Selain itu, kandungan dalam cincau hitam bermanfaat untuk mengontrol gula darah.
5. Menurunkan berat badan
Anda sedang menjalankan program diet? Cincau hitam baik Anda konsumsi sehari-hari.
Asal tahu saja, cincau hitam mengandung kalori dan gula darah rendah yang baik untuk mendukung proses diet.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4661 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2474 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2108 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1729 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1157 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun