Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 26 Agustus 2026
PMI asal Bangli Meninggal di Jepang Dikenal Pendiam
BERITABALI.COM, BANGLI.
Kabar duka datang dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli. Putu Ayu Meita Widyastuti (19) ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Jepang, Minggu (16/8/2026).
Meita yang baru sekitar 15 hari bekerja di Jepang diduga meninggal akibat bunuh diri. Sebelum ditemukan meninggal, ia diketahui tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.
Sekitar pukul 06.50 waktu Jepang, Meita sempat terlihat sedang sarapan oleh rekan kerjanya. Namun, setelah itu ia tidak kunjung berangkat bekerja. Pihak perusahaan bersama training center kemudian mendatangi apartemen Meita sekitar pukul 09.26 waktu setempat. Setelah pintu apartemen yang terkunci berhasil dibuka, Meita tidak ditemukan di kamar maupun dapur.
Pemeriksaan kemudian dilakukan ke bagian kamar mandi. Di lokasi tersebut, Meita akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi Jepang telah melakukan autopsi terhadap jenazah dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga mengaku hingga kini tidak mengetahui alasan Meita mengakhiri hidupnya. Selama berada di Jepang, Meita dikenal sebagai sosok pendiam tetapi tetap ceria. Keluarga juga menyebut Meita rutin berkomunikasi melalui pesan maupun video call. Dalam komunikasi tersebut, ia kerap menceritakan berbagai pengalaman menyenangkan selama berada di Jepang.
Baca juga:
Bangli Cegah PMI Ilegal Lewat Job Fair
Meita diketahui baru bekerja sekitar 15 hari di sebuah perusahaan pemotongan daging. Sebelum berangkat, perempuan asal Desa Landih tersebut mengikuti program pelatihan di LPK Hishou Universal Style, Bangli. Meita kemudian berangkat ke Jepang pada Juli 2026 setelah menyelesaikan tahapan pelatihan dan karantina.
Saat ini keluarga masih berkoordinasi dengan pihak LPK dan KBRI Tokyo terkait proses pemulangan jenazah Meita ke Bali. Setelah tiba di Bali, jenazah Meita direncanakan langsung disemayamkan di Setra Adat Palaktiying. Hal tersebut dilakukan sesuai ketentuan adat setempat bagi warga yang meninggal dunia di luar rumah.
Keluarga selanjutnya akan mempersiapkan pelaksanaan upacara adat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4680 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2494 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2131 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1754 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1178 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun