Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




5 Tahun Terakhir, Pengunjung Turun 30%

Jumat, 15 Mei 2009, 18:49 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Jumlah pengunjung ke Museum Subak Sanggulan Tabanan dalam lima tahun terakhir terus merosot. Betapa tidak, pada 2004 jumlah pengunjungnya mencapai 7.429 orang, tapi selama tahun 2008 hanya menerima kunjungan 2.664 orang.

Dari data yang tercatat di Museum Subak, ternyata penurunan paling tinggi terjadi di kalangan wisatawan domestik. Seangkan di kalangan wisatawan mancanegara relatif stabil walau terjadi fluktuasi.

Data pada 2004 misalnya, dari total pengunjung sebanyak 7.429 orang, wisatawan domestiknya mencapai 6.319 orang, sedangkan wismannya 1.110 orang. Dan pada tahun kunjungan 2008 kemarin, dari totalnya yang mencapai 2.664 orang, wisatawan domestiknya sangat melorot yakni menjadi hanya 1.427 orang, sedangkan wismannya sebanyak 1.237 orang.

Kepala UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan, Putu Sri Ratnawati,SST belum bisa memastikan sebab-sebabnya. Namun penurunan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir diperkirakan akibat terjadinya krisis keuangan global.

Dari pantauan Beritabali.com, penurunan kunjungan ini diduga minimnya fasilitas pendukung di tempat ini. Misalnya, ketiadaan restoran atau rumah makan, tidak ada kios penjual cenderamata, termasuk tidak ada atraksi hiburan baik yang tradisional maupun yang modern.

Jadi, praktis keberadaan Museum Subak ini menjadi kurang lengkap, kecuali pengunjung hanya sebatas bisa menyaksikan aneka macam benda atau perkakas pertanian dan perabotan tradisional hidup manusia masa lalu.

Kepala UPTD Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tabanan, Putu Sri Ratnawati,SST belum bisa memastikan sebab-sebab penurunan angka kunjungannya ke Museum Subak tersebut. Namun penurunan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir bisa jadi diduga ada pengaruhnya akibat dampak krisis keuangan global."Saya termasuk baru di sini (Kepala UPTD, red), jadi masih menyesuaikan diri," ujar Ratnawati. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sss



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami