Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




5,2% Korban Perdagangan Manusia Terinveksi HIV

Nusa Dua

Rabu, 12 Agustus 2009, 21:26 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hasil study Lembaga program pembangunan dunia (UNDP) tercatat sekitar 5,2% dari korban perdagangan manusia dari Indonesia terinfeksi HIV/AIDS. Selain itu perempuan asal Indonesia merupakan perempuan yang paling banyak menjadi korban perdagangan manusia di kawasan Asia Tenggara mencapai 61,4 persen dan 32,7 diantaranya diperdagangkan ke Malaysia.



Koordinator Program HIV/AIDS UNDP Kawasan Asia-pasifik Caitin Wiesen Antin pada keteranganya di Nusa Dua, Rabu (12/8) mengungkapkan korban perdagangan manusia terinfeksi HIV/AIDS akibat mengalami kekerasan seksual rata-rata selama 1 tahun. Sebab para korban perdagangan manusia ini lebih banyak dipekerjakan sebagai pekerja seks dengan jumlah pelanggan yang cendrung terus meningkat.



Caitin Wiesen merekomendasikan kepada pemerintah Indonesia untuk bekerjasama dengan organisasi-organisasi antiperdagangan manusia untuk menekan perdagangan manusia dan penularan HIV/AIDS.



“Langkah yang harus dilakukan adalah melihat dari sisi hak azasi manusia dan pendekatan pemberdayaan. Satu pendekatan yang harus dilakukan adalah bekerjasama dengan organisasi-organisasi pekerja seks. Dialog dengan komunitas kesehatan public, komunitas anti perdagangan manusia dan komunitas lainnya,” jelas Caitin Wiesen Antin.



Koordinator Program HIV/AIDS UNDP Kawasan Asia-pasifik Caitin Wiesen Antin menambahkan korban perdagangan manusia rata-rata mengalami eksploitasi seksual pada umur dibawah 15 tahun. Dimana jumlahnya korban perdagangan manusia yang berumur dibawah 15 tahun mencapai 24,5%. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami