Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
7 Warga Digigit Anjing Rabies, Bangli Lakukan Vaksinasi Darurat
BERITABALI.COM, BANGLI.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bergerak cepat menindaklanjuti kasus gigitan anjing positif rabies yang terjadi di Kelurahan Kawan, Kabupaten Bangli.
Langkah antisipasi dilakukan dengan menyisir wilayah terdampak, melaksanakan vaksinasi darurat, serta melakukan eliminasi secara selektif dan terukur terhadap hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Upaya tersebut dilakukan setelah ditemukan kasus gigitan anjing positif rabies yang mengakibatkan tujuh warga di Kelurahan Kawan menjadi korban. Pemerintah bersama aparat kelurahan dan tim terkait berupaya mencegah penyebaran virus rabies ke wilayah lain.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan setiap ditemukan kasus positif rabies, pihaknya langsung menerapkan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.
Ia menjelaskan bahwa tim akan melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya, sekaligus melaksanakan vaksinasi emergency terhadap anjing peliharaan maupun hewan yang berisiko terpapar.
"Selain itu, eliminasi secara selektif dan terukur dilakukan terhadap anjing yang diketahui pernah melakukan kontak dengan anjing yang telah dinyatakan positif rabies," jelasnya, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan penyebaran rabies dapat dikendalikan dan mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.
Kasus gigitan anjing rabies terhadap tujuh warga Kelurahan Kawan juga mendorong pemerintah mengoptimalkan peran Tim Siaga Rabies (Tisira) yang telah terbentuk di tingkat lingkungan dan banjar.
Tim tersebut akan lebih aktif melakukan pemantauan terhadap keberadaan anjing liar maupun anjing peliharaan milik warga yang belum mendapatkan vaksin rabies. Hasil pemantauan kemudian akan ditindaklanjuti oleh petugas untuk dilakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.
I Wayan Sarma menilai keberadaan Tisira sangat efektif karena anggotanya merupakan warga setempat yang memahami kondisi wilayah, termasuk keberadaan hewan peliharaan maupun anjing liar di lingkungan masing-masing.
Dengan pemahaman tersebut, pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran sehingga risiko penyebaran rabies dapat ditekan.
Dengan adanya kasus gigitan anjing positif rabies ini, masyarakat diimbau semakin meningkatkan kesadaran untuk memvaksinasi hewan peliharaan secara rutin serta tidak melepasliarkan anjing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5653 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4583 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2517 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2184 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2178 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan