Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
7 Warga Digigit Anjing Rabies, Bangli Lakukan Vaksinasi Darurat
BERITABALI.COM, BANGLI.
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli bergerak cepat menindaklanjuti kasus gigitan anjing positif rabies yang terjadi di Kelurahan Kawan, Kabupaten Bangli.
Langkah antisipasi dilakukan dengan menyisir wilayah terdampak, melaksanakan vaksinasi darurat, serta melakukan eliminasi secara selektif dan terukur terhadap hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Upaya tersebut dilakukan setelah ditemukan kasus gigitan anjing positif rabies yang mengakibatkan tujuh warga di Kelurahan Kawan menjadi korban. Pemerintah bersama aparat kelurahan dan tim terkait berupaya mencegah penyebaran virus rabies ke wilayah lain.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan setiap ditemukan kasus positif rabies, pihaknya langsung menerapkan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur.
Ia menjelaskan bahwa tim akan melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan wilayah sekitarnya, sekaligus melaksanakan vaksinasi emergency terhadap anjing peliharaan maupun hewan yang berisiko terpapar.
"Selain itu, eliminasi secara selektif dan terukur dilakukan terhadap anjing yang diketahui pernah melakukan kontak dengan anjing yang telah dinyatakan positif rabies," jelasnya, Selasa (02/06/2026).
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan penyebaran rabies dapat dikendalikan dan mencegah munculnya kasus serupa di kemudian hari.
Kasus gigitan anjing rabies terhadap tujuh warga Kelurahan Kawan juga mendorong pemerintah mengoptimalkan peran Tim Siaga Rabies (Tisira) yang telah terbentuk di tingkat lingkungan dan banjar.
Tim tersebut akan lebih aktif melakukan pemantauan terhadap keberadaan anjing liar maupun anjing peliharaan milik warga yang belum mendapatkan vaksin rabies. Hasil pemantauan kemudian akan ditindaklanjuti oleh petugas untuk dilakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.
I Wayan Sarma menilai keberadaan Tisira sangat efektif karena anggotanya merupakan warga setempat yang memahami kondisi wilayah, termasuk keberadaan hewan peliharaan maupun anjing liar di lingkungan masing-masing.
Dengan pemahaman tersebut, pengawasan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran sehingga risiko penyebaran rabies dapat ditekan.
Dengan adanya kasus gigitan anjing positif rabies ini, masyarakat diimbau semakin meningkatkan kesadaran untuk memvaksinasi hewan peliharaan secara rutin serta tidak melepasliarkan anjing.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli