Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
7 Warga Jembrana Jadi Korban Anjing Rabies, Pemilik Sempat Digigit Saat Beri Makan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kasus gigitan anjing rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana, kali ini 7 (tujuh) orang warga Banjar Anyar Sari Kangin, Desa Nusa Sari korban digigit anjing rabies.
Ketujuh warga tersebut digigit oleh 1 (satu) anjing kecil. Dari informasi yang berhasil dihimpun, pemilik anjing tersebut diketahui bernama Ni Ketut Marni (50) warga Banjar Anyar Sari Kangin, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Pemilik ini sekaligus korban gigitan dari anjingnya sendiri. Adanya informasi ada kasus gigitan, Tim Respon Cepat Kasus Rabies Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana dipimpin oleh Kabid Sekwan dan Vesmafet drh. I Wayan Widarsa langsung menurunkan 4 tim yang untuk melaksanakan vaksinasi dan eliminasi selektif di 4 (empat) banjar di desa tersebut.
Menurut pemilik anjing Ni Ketut Marni saat mengatakan, dirinya digigit anjingnya sendiri di tangan kiri pada saat memberi makan.
"Sebelumnya Jembrana saya sudah diikat di kebun, pada saat saya beri makan ajingnya langsung mengigit tangan saya," ujarnya.
Atas gigitan anjingnya, dirinya langsung membawa ke Puskesmas Melaya. "Sudah saya berobat ke Puskesmas dan dikasih suntikan vaksin rabies," pungkasnya.
Sementara itu Kabid Sekwan dan Vesmafet drh. I Wayan Widarsa yang memimpin kegiatan tindakan eliminasi selektif di Banjar Anyar Sari Kangin Desa Nusasari mengatakan, pihaknya dari Bidang Keswan seijin bapak Kadis mendapat informasi dari warga terjadi kasus rabies di Desa Nusasari khusus di Banjar Anyar Sari Kangin
."Berawal anjing ini menggigit pada tanggal 24 April 2021 sebanyak 4 orang, lalu dibunuh, dikarenakan mengigit lebih dari dua orang kami curiga ada apa dengan anjing tersebut," ujarnya.
Atas kejadian tersebut, lanjut Widarsa, pihaknya langsung mengambilan sampel pada 24 April 2021 pada hari Senin 26 April dan dikirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar dan sorenya keluar hasil positif.
"Terkait hal tersebut teman kita yang ada di Kecamatan Melaya langsung sore harinya bergerak ke desa untuk memberikan informasi ke warga bahwa sample yang dikirim tersebut hasilnya positif, sehingga ada kewaspadaan kepada warga disana," uraiannya.
Widiarsa menambahkan, pihaknya melakukan tindakan eliminasi selektif dengan tujuan untuk mengurangi penyebaran pada anjing yang sempat kontak dengan anjing yang positif, dan kumudian anjing liar yang tidak bisa yang dipegang untuk di vaksinasi.
"Di Desa Nusasari estimasi populasi anjing sebanyak 762 ekor, harapan kita tim yang kita turunkan pada hari ini minimal 80 persen dapat melakukan vaksinasi ajing tersebut, itu merupakan daya pengaman virus untuk tidak menyebar, kalau pun virus itu sempat menyebar, setelah divaksin anjing tersebut akan mati sendiri," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 571 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 443 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 432 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan