Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
93 Kasus, Virus Cikungunya Serang Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Virus cikungunya sejak beberapa bulan terakhir mulai banyak ditemukan di Tabanan.
Data dari Dinas Kesehatan Tabanan sejak awal tahun ini sudah ada 93 kasus tersebut. Paling banyak ditemukan di Desa Pandak Gede hingga 28 kasus pada Januari 2022.
“Sedang terjadi perubahan musim. Cikungunya juga bersamaan dengan kasus demam berdarah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr I Nyoman Susila Minggu, (29/5).
Selain itu, Pada Januari 2022 kasus cikungunya juga ditemukan di Meliling, Kerambitan sebanyak 22 kasus, Kerambitan tiga kasus. Pada Februari 2022 nihil kasus ini pada catatan Dinas Kesehatan Tabanan.
“Pada Maret ditemukan satu kasus di Abiantuwung, Kediri,” ujarnya.
Susila menyebutkan, pada Mei kasus cikungunya kembali meningkat menjadi 40 kasus, ditemukan satu kasus di Kerambitan, 17 kasus di Abiantuwung Kaja dan 22 kasus di Abiantuwung Kelod.
“Ini hampir terjadi setiap tahunnya,” ujarnya.
Susila berpesan agar masyarakat tetap memnerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Pihaknya saat ini melakukan pencegahan dan atisipasi penyebaran virus cikungunya dan demam berdarah dengan menggiatkan fogging atau pengasapan.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tabanan juga memberikan atensi terhadap meningkatnya kasus cikungunya.
Mereka melakukan penyuluhan tentang meningkatnya kasus cikungunya di Desa Delod Peken pada Minggu, (29/5) bersama PMI Provinsi Bali.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4232 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3414 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2068 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan