Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ada yang Keberatan, Ada yang Maklum
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Adanya ketentuan untuk melakukan test kesehatan kepada CPNS sebagai salah satu syarat untuk bisa diangkat menjadi PNS mendapat tanggapan yang beragam dari sejumlah CPNS di lingkup Pemkab Jembrana.
Sebagian dari mereka mengeluhkan ketentuan tersebut lantaran dinilai memberatkan karena harus membayar dengan nominal yang cukup besar. Sebagian lagi tidak mempermasalahkannya karena mengetahui hal tersebut sudah merupakan ketentuan yang harus diikuti.
Dari 348 CPNS yang tampak antre di RSUD Negara untuk mengikuti test kesehatan, Selasa (28/10) sebagian di antaranya mengeluh karena harus menjalani test kesehatan 2 kali padahal sebelumnya saat akan diangkat menjadi CPNS mereka sudah pernah menjalani tes kesehatan dengan membayar Rp 150 ribu.
"Kami tidak tahu kenapa kami harus ditest lagi kesehatannya dengan membayar Rp. 172 ribu, padahal dulu sudah pernah. Katanya sih untuk kelengkpan agar bisa diangkat jadi PNS," ujar seorang CPNS. Pihaknya tidak mempermasalahkan testnya namun yang dikeluhkan adalah keharusan untuk melakukan test lagi dan harus membayar dengan nilai yang cukup mahal. "Apakah ada ketentuan seperti itu," tanyanya.
Sedangkan sebagian lagi mengaku legowo kalau memang harus ditest lagi. "Tidak masalah kalau ditest lagi. Kalau memang ketentuannya seperti itu saya akan ikuti," ujar CPNS lainnya.
Ketika ditanya mengapa ada CPNS yang keberatan dengan test ini, dirinya mengungkapkan hal tersebut merupakan hal yang wajar tapi dirinya juga menyayangkan mengapa CPNS tersebut tidak menanyakan langsung kepada Bagian Kepegawaian. "Hal yang wajar kalau masih ada yang keberatan tapi seharusnya kalau mereka belum jelas menanyakan ke bagian kepegawaian. Jangan malah gerundelan di sini," ucapnya.
Sementara itu Kabag Kepegawaian Setda Jembrana, Ketut Sukabuana ketika di konfirmasi, Selasa (28/10) mengatakan tes kesehatan tersebut merupakan syarat yang harus dilakukan oleh CPNS yang akan diangkat menjadi PNS. "Untuk bisa diangkat jadi PNS kita harus tahu kesehatan CPNS tersebut. Jika ada yang sakit akan diobati sampai sembuh dan pengangkatannya jadi PNS ditunda dulu sampai yang bersangkutan sembuh," katanya.
Terkait dengan pembayaran dengan biaya sendiri, Sukabuana mengatakan hal ini merupakan tanggung jawab masing-masing CPNS, karena sifatnya untuk kebutuhan pribadinya demi pengangkatan menjadi PNS. "Test ini masih menjadi tanggung jawab CPNS masing-masing karena terkait dengan kebutuhan pribadi mereka. Pemkab tidak menganggarkan biaya untuk itu.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan