Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Adu Kesaktian Jro Jepang versus Jro Widhi di Gianyar, Begini Akhirnya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Setelah sempat adu teori di media sosial, akhirnya Jro Jepang dengan Jro Mangku Widhi adu praktik. Pertempuran keduanya berlangsung di rumah Jro Widhi di Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar, Rabu malam (30/8/2023).
Pertempuran dua Jro itu buntut dari ketidakpercayaan Jro Jepang terhadap Jro Widhi saat menidurkan watangan di acara Calonarang. Jro Jepang tak percaya orang bisa dibuat mati suri. Nah, untuk membuktikan, maka keduanya bertemu.
Datang di rumah Jro Widhi, Jro Jepang langsung diberikan susunan acara dari selembar kertas. Ada 4 acara dalam aturan main tempur mereka. Pertama, adu ilmu hipnosis antara Mangku Widhi dengan Jro Jepang. Kedua, adu hipnosis menghidupkan Sukma masing-masing.
Ketiga, menerawang atau meneropong sakit orang. Keempat, mendeteksi tubuh orang. Kedua Jro juga mengeluarkan kamera untuk merekam aktivitas mereka.
Debat berlangsung disaksikan sejumlah orang yang penasaran ada apa gerangan. Hingga akhirnya, pembuktian dilakukan di jalanan.
Karena situasi ramai dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Jro Jepang pun diminta minta maaf oleh Jro Widhi. "Saya minta maaf telah membuat keramaian di rumah Jro Mangku Widhi," ujar Jepang sembari bersalaman dengan Jro Widhi.
Usai permintaan maaf, acara adu ilmu pun berakhir. Sementara itu, Jro Widhi ditemui di rumahnya, Kamis (31/8/2023) mengaku sudah memaafkan Jro Jepang.
"Kami sudah maafkan dan terima kasih sudah berkunjung," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1442 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1094 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 935 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 831 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik