Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Air Berbau dari Tebing Suluban Gegerkan Warganet
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sebuah video viral memperlihatkan aliran air berbau menyengat yang keluar dari tebing Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Kejadian ini mencuri perhatian warganet setelah seorang konten kreator perjalanan membagikan pengalamannya saat mengunjungi destinasi ikonik tersebut.
Dalam video yang diunggah, sang konten kreator awalnya begitu antusias menuruni labirin tangga curam menuju pantai yang dikenal sebagai hidden gem dengan tebing megah dan gua alami yang memukau. Namun rasa takjub itu berubah menjadi kekecewaan ketika ia mencium aroma tak sedap.
“Pertama kali datang, view-nya bagus banget, tebingnya, cave-nya bagus banget. Tapi ada satu hal yang bikin aku kecewa banget,” ujar pemilik akun TikTok doradeexplorer.
Ia kemudian mendekati titik di tebing yang mengeluarkan tetesan air berbau tajam. “Ini air apa, guys? Air t*i, bau banget! Aku yakin ini septic tank, lihat alirannya,” ucapnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, menyampaikan bahwa pihak desa telah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung sejak pagi hari.
“Tim sudah datang, mengecek keberadaannya. Informasi awal, septictank ini penuh atau mengalami masalah,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Sumerta menjelaskan bahwa mayoritas bangunan di kawasan tersebut merupakan akomodasi wisata, seperti penginapan dan restoran. Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan pemilik septic tank yang diduga menjadi sumber masalah.
“Rata-rata di sana itu akomodasi wisata. Tapi kami belum jelas yang mana, perlu ditelusuri lebih lanjut,” paparnya.
Ia juga menerima laporan tambahan terkait dugaan pembuangan limbah ke gorong-gorong di titik lain di wilayah Pecatu. Hal ini menambah kekhawatiran akan potensi pencemaran yang lebih luas di kawasan pesisir.
“Kami sudah koordinasi dengan Satpol PP Badung agar segera mengecek lokasi-lokasi tersebut,” ucapnya.
Pihak desa bersama DLHK Badung akan menggelar rapat gabungan untuk menentukan langkah penanganan cepat demi mencegah meluasnya pencemaran lingkungan di Pantai Suluban, yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dunia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4710 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2518 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2156 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1777 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1204 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun