Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aksi STIKI Peduli Sasar Siswa Tidak Mampu Untuk Melek Teknologi

Minggu, 24 Juni 2018, 15:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Beritabali.com,Bangli. Untuk membantu siswa Kelompok Belajar non formal 'Taman Para Pelajar' yang berasal dari kalangan tidak mampu, STMIK STIKOM Indonesia melalui Program Aksi STIKI Peduli mengadakan pelatihan pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital, pengenalan komputer, aplikasi dan internet.
 
[pilihan-redaksi]
Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STMIK STIKOM Indonesia, Ni Kadek Ariasih.S.Kom,M.T. mengatakan kegiatan ini dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yaitu pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital bagi siswa taman para belajar. 
 
"Mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari 12 orang berkontribusi dalam kegiatan dengan membantu dalam memberikan pelatihan tentang komputer dan aplikasi serta penggunaan internet," ungkapnya.
 
Pendiri Taman Para belajar yaitu I Wayan Juni Artayasa, S.Pd, merupakan pihak yang dalam kegiatan menyediakan data dan untuk mendukung analis permasalahan yang terjadi di kelompok taman para belajar. Selain itu, kata Ariasih, Artayasa juga mengumpulkan siswa-siswa yang tidak mampu dan menyediakan tempat untuk dapat mengikuti program pelatihan teknologi informasi.
 
Siswa Taman Para belajar yang berjumlah kurang lebih sekitar 50 siswa yang kurang mampu menjadi sasaran kegiatan pelatihan pengenalan teknologi informasi dan profesi di era digital, pengenalan komputer, aplikasi dan internet yang berlangsung pada 23 Juni 2018 di banjar Susut Kaja, desa Susut, kecamatan Susut, kabupaten Bangli.
 
[pilihan-redaksi2]
Dalam kegiatan tersebut pihaknya juga memberikan 1 perangkat komputer dalam bentuk laptop dan modem untuk memudahkan siswa taman para belajar menggali informasi tentang Teknologi informasi usai pelatihan tersebut. Diharapkan melalui ini, para siswa akan menambah pengetahuan dan wawasan. Selain itu, juga membuka pola pikir siswa dari sekarang bahwa untuk tidak selalu tergantung pada profesi selama ini sebagai petani dan peternak saja.
 
Di era digital, kata Ariasih masih banyak profesi yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini diantaranya seperti game developer, application developer, website developer, influenser, dan animator dan masih banyak lainnya. 
 
"Sehingga kelak munculnya pengusaha-pengusaha lokal di bidang teknologi informasi yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru di desa mereka tinggal tanpa harus mencari pekerjaan ke kota," pungkasnya. (bbn/rls/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami