Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Aktivis, Seniman, Jurnalis Berbagi Dengan Komunitas Miskin
Penarukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peringatan Hari Anti Kemiskinan di Kabupaten Buleleng digelar secara sederhana pada satu lokasi Komunitas Miskin di kelurahan Penarukan Singaraja secara bersama yang melibatkan warga miskin dan sejumlah aktivis sosial, jurnalis, seniman dan LSM.
Dalam aksi yang dilakukan bersama, Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Dermaga Seni Buleleng (DSB), Komunitas Seni Banyuning (KSB), Aliansi Perempuan Buleleng (APB) serta LSM Gema Nusantara (Genus), Rabu (17/10) siang diwarnai aksi spontanitas menyuarakan perang dan anti terhadap pemiskinan dengan gaya dan caranya masing-masing baik dalam bentuk orasi, puisi maupun seni drama.
Sementara dalam puncak acara, secara bergantian, para aktivis yang dimulai mantan anggota DPRD Bali, Gede Hardika membacakan orasinya tentang kondisi riil kemiskinan di Buleleng yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun orang kaya yang tidak memiliki kepedulian atas kemiskinan yang dialami sebagian besar masyatakat disekitarnya. Selain Hardika, Ketua Komisi D DPRD Buleleng, Luh Kerthianing yang juga penesehat APB juga menyuarakan rendahnya perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan yang melanda negeri ini.
Yang tidak kalah menarik, Ketua Yayasan Yatim Piatu Widya Asih, Yohanes dari lingkungan tak mampu justru hadir pada acara tersebut sembari memberikan orasi dan motivasi serta menyerahkan bantuan makanan kepada komunitas miskin yang disisihkan dari sumbangan para donatur bagi anak yatim piatu asuhannya.
Dalam aksi itu juga, sebuah puisi dibawakan wartawan senior Made Tirtayasa yang berkolaborasi dengan Gede Artawan, selanjutnya peringatan secara sederhana itu diakhiri orasi Ketua Badan Eksekutif LSM Genus, Antonius Sanjaya Kiabeni yang menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tugas dan tangungjawab pemerintah sesuai dengan UUD 1945.
Jadi, kami mohon maaf bilamana mendahului atau mengambil alih sebagian tugas-tugas pemerintah, dan maaf, jangan tersinggung, ungkapnya.
Aksi anti pemiskinan nampaknya tidak akan terhenti dilakukan para para aktivis dari Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Dermaga Seni Buleleng (DSB), Komunitas Seni Banyuning (KSB), Aliansi Perempuan Buleleng (APB) serta LSM Gema Nusantara (Genus), dengan terbentuknya genderang perang terhadap kemiskinan akan terus ditabuh.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5838 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2208 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan