Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Almarhum Raja Denpasar IX, Raja Pertama yang Gelar Prosesi Abhiseka Ratu Sejak Kemerdekaan
bbn/suara.com/Almarhum Raja Denpasar IX, Raja Pertama yang Gelar Prosesi Abhiseka Ratu Sejak Kemerdekaan.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anak Agung Ngurah Agung Wira Bima Wikrama selaku putra tertua Tjokorda Ngurah Mayun Samirana yang merupakan Raja Denpasar IX bergelar Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan mengungkap sosok sang ayahanda.
Menurutnya, ayahnya adalah sosok yang bijaksana dan mengayomi. Meski memiliki 5 orang putra, dia selalu berlaku adil kepada semua anaknya.
“Yang jelas beliau mengayomi, bijaksana. Terutama untuk putra-putranya, semuanya diayomi. Tidak nomor satu atau nomor dua ini, adil. Sampai cucu-cucu juga diperhatikan juga,” ujar Wira saat ditemui di rumah duka Puri Agung Denpasar, Minggu (19/2/2023).
Selain itu, Wira juga menilai ayahnya sebagai sosok yang memiliki kharisma untuk menjadi seorang pemimpin puri. Selain memimpin keluarganya, Tjokorda Samirana juga menjadi pemimpin “Para Putra” yang merupakan Puri dan Griya hasil pemekaran dari putra Puri Agung Denpasar.
Wira menyebut ada total 25 puri di Denpasar yang harus dipimpin oleh Tjokorda Samirana semasa menjadi pemimpin puri. Selama masa kepemimpinannya juga, almarhum dikenal sebagai tokoh yang giat melestarikan budaya Puri.
“Beliau punya kharisma, mungkin karena kharisma memimpin itu. Terutama untuk menjaga kelestarian budaya keraton di puri. Kita juga mengajak puri-puri untuk melestarikan budaya puri,” imbu Wira.
Wira menjelaskan jika almarhum sempat memiliki beberapa gebrakan dalam upaya melestarikan budaya puri. Salah satunya adalah menjadi raja pertama di Bali sejak kemerdekaan yang melakukan upacara penobatan raja yang disebut Abhiseka Ratu.
Setelah menjadi yang pertama dalam melakukan prosesi Abhiseka Ratu, prosesi itu juga diikuti oleh penobatan Raja di Puri Tabanan dan Puri Klungkung.
“Ingin melestarikan budaya keraton di bidang pengangkatan seorang raja. Setelah di sini ada pengangkatan abhiseka ratu, barulah di Puri Tabanan diikuti, ketiga di Puri Klungkung,” tuturnya.
Wira dan keluarganya mengaku ikhlas karena sudah meyakini wafatnya sang ayah sudah menjadi jalan Tuhan. Prosesi Pengabenan untuk almarhum masih belum ditentukan karena masih akan dilaksanakan pertemuan dengan sesepuh puri lain. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8186 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5684 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3552 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2403 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan