Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Amazon PHK Ribuan Pegawainya Menyusul Facebook dan Twitter
BERITABALI.COM, DUNIA.
CEO Amazon Andy Jassy mengatakan akan terus melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK di perusahaan raksasa e-commerce tersebut. Bahkan kata dia hingga awal tahun depan Amazon akan melanjutkan proses pengurangan karyawan tersebut.
“Proses perencanaan tahunan kami berlanjut hingga tahun baru, yang berarti akan ada lebih banyak pengurangan peran karena para pemimpin terus melakukan penyesuaian,” tulis Jassy dalam surat kepada staf di kutip CNN, Jumat (18/11/2022).
“Keputusan tersebut akan dibagikan kepada karyawan dan organisasi yang terkena dampak pada awal tahun 2023.”
Jassy mengatakan bahwa perusahaan belum menyimpulkan dengan tepat berapa banyak pegawai yang akan terkena PHK massal tersebut.
"Setiap pemimpin akan berkomunikasi dengan tim masing-masing ketika detailnya telah kami sepakati," kata Jassy.
Amazon mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa PHK telah dimulai di perusahaannya, hanya beberapa hari setelah beberapa outlet melaporkan raksasa e-commerce berencana untuk memangkas sekitar 10.000 karyawan minggu ini.
Amazon (AMZN) dan perusahaan teknologi lainnya secara signifikan meningkatkan perekrutan selama beberapa tahun terakhir karena pandemi mengubah kebiasaan konsumen ke arah e-commerce.
Sekarang, banyak dari perusahaan teknologi yang tampaknya tidak tersentuh ini mengalami pukulan telak dan memberhentikan ribuan pekerja karena orang kembali ke kebiasaan pra-pandemi dan kondisi ekonomi makro memburuk.
Facebook-induk Meta baru-baru ini mengumumkan 11.000 PHK , yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Twitter juga mengumumkan pemutusan hubungan kerja yang meluas setelah Elon Musk membeli perusahaan itu seharga $44 miliar.
Jassy menyinggung iklim ekonomi makro dalam memonya pada hari Kamis, dengan mengatakan tinjauan operasi tahun "lebih sulit karena fakta bahwa ekonomi tetap berada di posisi yang menantang dan kami telah mempekerjakan dengan cepat beberapa tahun terakhir." Ucapnya.
Jassy mengatakan bahwa ini adalah keputusan tersulit yang harus diambil perusahaan selama satu setengah tahun masa jabatannya di pucuk pimpinan Amazon.
“Saya atau pemimpin mana pun yang membuat keputusan ini tidak tersesat bahwa ini bukan hanya peran yang kami hilangkan, melainkan orang-orang dengan emosi, ambisi, dan tanggung jawab yang hidupnya akan terpengaruh,” tulis Jassy.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1967 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun