Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 25 Agustus 2026
Anak Kecil Diturunkan Orang Tuanya di Pinggir Jalan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebuah video yang menunjukkan seorang anak kecil menangis diduga diturunkan orang tuanya di pinggir jalan di Medan viral. Terlihat anak tersebut menangis lantaran diturunkan dan ditinggal pergi orang tuanya. Warga yang melihat kemudian memberikan pertolongan.
"Diturunkan anak ini, katanya diturunin mamaknya sama bapaknya," kata wanita yang merekam video tersebut.
Anak kecil berumur sekitar 6 tahun ini mengaku warga Titi Sewa, Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan.
"Tadi diturunin di depan Tijuli, anaknya ditanya oleh orang Titi Sewa," ujarnya.
Meski sudah diselamatkan warga, anak lelaki ini terus menangis terisak-isak sesekali ia berteriak memanggil ibunya.
"Mama,mama..," tangis anak sembari mengusap air matanya.
"Sudah gak apa-apa," jawab warga menenangkan anak.
Warga kemudian membawa anak kecil itu ke Polsek Percut Sei Tuan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol M Agustiawan mengatakan, pihaknya telah memulangkan anak tersebut kepada orang tuanya.
"Iya kita sudah memulangkan anak itu ke rumah orang tuanya," ujarnya.
Disoal penyebab orang tuanya menurunkan sang anak, Agustiawan mengaku, pihaknya masih melakukan pendalaman.
"Masih kita dalami ya," tukasnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4661 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2474 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2108 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1725 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1157 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun