Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ancam Blokir Akses Ke Pelabuhan

Negara

Senin, 27 Juli 2009, 21:25 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Ketika puluhan perwakilan pedagang, asongan dan ojek korban gusuran ASDP di Gilimanuk neglurug ke Kantor DPRD Jembrana, mereka menyampaikan tuntutannya. Dalam salah satu tuntutannya mereka menebar ancaman akan menutup akses menuju Pelabuhan Gilimanuk.

I Nyoman Wiriasa, selaku Aliansi Masyarakat Gilimanuk, menyampaikan tuntutan dan gugatan kepada PT Indonesia Ferry (ASDP) yang dinilai telah merugikan masyarakat Gilimanuk dengan melarang msyarakat mencari nafkah di pelabuhan.

Mereka menuding ASDP telah berbuat ekstrim dan tidak senonoh terhadap masyarakat Gilimanuk dengan melarang mereka masuk pelabuhan. Mereka meminta agar anggota DPRD menindaklanjuti masalah yang sifatnya emergensi itu atau supaya secepatnya masyarakat Gilimanuk bisa mencari nafkah seperti semula.

“Jika gugatan kami tidak dipenuhi oleh pihak PT Indonsia Ferry atau ASDP, kami sebagai Aliansi Masyarakat Gilimanuk akan memblokir jalur penyeberangan Gilimanuk-Ketapang,” ancamnya.

Selain itu jika tuntutan mereka tidak dipenuhi mereka juga akan mohon kepada semua DPRD yang ada di seluruh Indonesia baik kabupaten, provinsi dan pusat untuk bisa memindahkan terminal Gilimanuk lebih jauh dari pelabuhan, misalnya ke terminal lama, ke Gelung Kori atau Cekik.

Sementara itu, Sutrisno yang mewakili Aliansi Masyarakat Gilimanuk Menggugat, juga menyampaikan tuntutannya dengan mengatakan kalau mereka tidak setuju dilakukan relokasi pedagang ke parkir manuver.

“Apa salah kami yang sudah sangat lama berjualan di pelabuhan sehingga kami diusir dari tempat kami mencari nafkah. Kami tegaskan kalau aksi kami tidak ditunggangi siapa-siapa. Itu hanya isu saja untuk menjatuhkan kami,” ujarnya.

Mereka juga mendesak agar DPRD Jembrana secepatnya mencarikan solusi terbaik mengingat keuarga dan anak-anak mereka butuh makan setiap hari. “Kami masih bisa menahan lapar tapi anak-anak kami apakah bisa tahan. Tindakan nyata dari bapak-bapak di dewan sangat kami nantikan,” harapnya. (dey)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami