Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Anggaran Rp1,7 Triliun untuk Mandalika Dipastikan Aman
BERITABALI.COM, NTB.
Menanggapi beberapa usulan dan masukkan terkait Mandalika, Menteri PUPR M Basuki Hadimoeljono meyakinkan bahwa anggaran untuk Mandalika yang sudah dipatok Pemerintah sebesar Rp 1,7 triliun tidak dialihkan dan tidak terkena refocusing.
"Memang agak melambat karena pandemi saja. Anggarannya ada dan aman. Jadi tinggal dipercepat kerjanya saja," ungkap Menteri Basuki, saat Rakor di Jakarta, Selasa (1/12).
Rakor dimaksud untuk memastikan pembangunan Sirkuit Mandalika dan fasilitas pendukungnya dapat terbangun sesuai jadwal.
Menyangkut usulan dari Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah terkait peningkatan kawasan pendukung dan konektivitas KEK Mandalika, kata Menteri Basuki Kementerian PUPR akan memperhatikan dan mengalokasikan.
Dalam rakor di rumah jabatan Ketua DPD RI tersebut, Gubernur Zul memaparkan dua hal lain pembangunan kawasan penunjang sebagai potensi ekonomi yang bisa dimaksimalkan untuk Mandalika. Yaitu pembangunan jalan daerah potensial di Kabupaten Sumbawa. Dan pengembangan infrastruktur di Kabupaten Bima ke Labuan Bajo.
"Karena ini bisa untuk sport tourism kalau kita menggelar event sepeda Tour de Labuhan Bajo-Sape-Bima-Mandalika," ujar Gubernur Zulkieflimansyah.
Reporter: Kominfo NTB
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2110 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1246 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 902 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 826 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 647 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun