Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Anggaran Terbatas, PUPR Karangasem Terpaksa Tunda Normalisasi Sungai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem membuat rencana normalisasi beberapa sungai tahun 2023 ini terpaksa ditunda.
Padahal, normalisasi sungai menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan menyusul serangkaian peristiwa yang ditimbulkan dampak luapan banjir saat turun hujan deras khususnya pada sungai yang bermuara di Gunung Agung.
Tertundanya rencana normalisasi alur sungai tersebut juga diakui oleh Kepala Dinas PUPR - Perkim Kabupaten Karangasem, Wedasmara saat ditemui awak media pada Selasa (30/5/2023).
"Ya kemungkinan tertunda tahun 2023 ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki, semoga bisa dianggarkan saat APBD Perubahan," ujarnya.
Sebelumnya, pada tahun 2023 ini, Dinas PUPR Karangasem berencana untuk melaksanakan normalisasi 3 alur sungai di Kabupaten Karangasem yaitu Tukad Batah (Selat), Tukad Ganggangan (Bebandem) dan Tukad Mbah Api (Abang).
Untuk normalisasi ke 3 alur sungai tersebut dibutuhkan anggarannya yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
"Selain normalisasi yang ditunda, beberala proyek perlindungan mata air juga terpaksa kita tunda karena keterbatasan anggaran," terang Wedasmara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2085 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun