Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Aniaya Siswa, Seorang Ibu Diadukan ke Polisi

Selasa, 29 Maret 2011, 17:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Merasa jengkel dengan ulah teman anaknya, seorang ibu di Seririt nekat melakukan penganiayaan terhadap seorang siswa pelajar kelas V di SD Negeri 1 Seririt, bahkan aksi penganiayaan itu selanjutnya dilaporkan ke Mapolsektif Seririt.

[pilihan-redaksi]

Peristiwa penganiayaan di SD Negeri 1 Seririt saat berlangsungnya proses belajar mengajar itu menimpa I Gusti Made Andrian Sumantri (11) yang duduk di bangku kelas V dan dilakukan oleh salah satu orang tua murid yang diketahui bernama I Gusti Ayu Sarwining (35) warga Kelurahan Seririt.

"Aksi penganiayaan yang dilakukan di SD Negeri 1 Seririt itu terjadi kamis lalu dan baru dilaporkan, lantaran anak pelaku diejek hingga mengadu dan kemudian pelaku mencari korban saat berlangsungnya proses belajar mengajar, bahkan pelaku saat bertemu di halaman sekolah melakukan aksi penganiayaan," ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Nyoman Sukasena, Selasa (29/3).

Berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan di Mapolsektif Seririt menyebutkan, aksi kekerasan berupa penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu berawal saat dilakukan permainan tarik tambang antar kelas di SD Negeri 1 Seririt, saat itu Kelas VA dan Kelas VB bertemu dalam adu kekuatan tarik tambang, saat itu Kelas VA kalah, sehingga korban I Gusti Made Andrian Sumantri mengejek temannya bernama Rantika yang duduk di kelas VA. Tidak terima dengan ejekan I Gusti Made Andrian Sumantri, Rantika selanjutnya mengadu kepada ibunya I Gusti Ayu Sarwining.

Pelaku selanjutnya mendatangi SD Negeri 1 Seririt dan mencari korban, saat bertemu pelaku langsung mencaci maki korban, bahkan di Halaman Sekolah tanpa sepengetahuan guru-guru, korban dianiaya dengan memukul pipi kiri korban hingga mengalami luka dan bengkak.

Sebelumnya, upaya kekeluargaan telah dilakukan orang tua korban dengan pelaku, namun sayang tidak mendapat respon positif, sehingga kasus penganiayaan di dalam sekolah itu dilaporkan ke polisi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/psk



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami