Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anjing Gigit 12 Warga di Sulahan Bangli Positif Rabies

Selasa, 16 Desember 2025, 17:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Anjing Gigit 12 Warga di Sulahan Bangli Positif Rabies.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Anjing liar yang menggigit 12 warga di Banjar/Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, pada Minggu lalu, dinyatakan positif rabies setelah dilakukan uji laboratorium. 

Menyikapi hasil tersebut, desa adat setempat akan menggelar pertemuan untuk membahas langkah penanganan lanjutan.

Kepala Dusun Sulahan, I Nengah Sueka Putra, mengatakan setelah keluarnya hasil uji sampel otak anjing yang dinyatakan positif rabies, pihaknya akan segera menggelar paruman bersama prajuru adat, pemerintah desa, warga, serta instansi terkait.

“Setelah keluarnya hasil uji sampel otak anjing yang menggigit warga kami dan dinyatakan positif rabies, kami akan segera menggelar paruman bersama prajuru adat, desa, warga, serta instansi pemerintahan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kasus serupa. Salah satunya dengan melakukan penyisiran terhadap anjing-anjing yang diduga sempat bersentuhan langsung dengan anjing yang telah dinyatakan positif rabies.

Selain itu, paruman juga akan diisi dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya pemilik hewan peliharaan, agar memelihara anjing dengan baik, rutin melakukan vaksinasi, serta tidak melepasliarkan anjing peliharaannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, saat dikonfirmasi Selasa (16/12/2025), mengatakan setelah anjing yang menggigit warga dinyatakan positif rabies, pihaknya akan segera melakukan vaksinasi massal dan eliminasi secara selektif.

“Setelah anjing yang menggigit warga dinyatakan positif rabies, kami akan segera melakukan vaksinasi massal dan eliminasi secara selektif dengan menyasar anjing-anjing yang sempat kontak dengan anjing positif rabies. Upaya penanganan tetap mengacu pada SOP dan tidak dilakukan eliminasi secara sembarangan,” jelasnya.

Diharapkan melalui kerja sama lintas sektor serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memelihara hewan peliharaan dengan baik dan benar, kasus rabies di wilayah Kabupaten Bangli dapat dicegah agar tidak terulang kembali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami