Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Artha Dipa Tanggapi Warga Sakit Asal Nusa Penida Diduga Ditolak di Padangbai
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Viral di media sosial, terkait dugaan penolakan boat yang membawa seorang warga sakit asal Nusa Penida, Klungkung di pelabuhan Padangbai, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Arta Dipa minta Satgas segera berikan penjelasan kepada Pemkab Klungkung.
[pilihan-redaksi]
Ia merasa prihatin atas apa yang dialami warga Nusa Penida, gara-gara situasi Covid-19 membuatnya tidak bisa merapat di Padangbai. Padahal yang dibawa itu orang sakit yang harus segera mendapat pertolongan, terlebih pasien bersangkutan sudah dijemput oleh tim medis dan ambulan Rumah sakit Klungkung, tentu menurut logika teknis kesehatan sudah lebih baik dari kesehatan Pelabuhan.
"Berita ini sekarang sudah sangat viral, nasi sudah jadi bubur semoga kasus ini tidak terulang lagi di Bali khususnya di Karangasem," harapnya.
Untuk meluruskan informasi tersebut, ia meminta agar ada upaya dari Satgas Padangbai untuk memberikan penjelasan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung agar tidak terjadi salah paham. Serta meminta Asisten I untuk bisa memfasilitasi bertemu dengan Bupati atau Wakil Bupati Klungkung agar pihak Satgas Padangbai atau Desa Adat bisa meluruskan berita tersebut.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 2589 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1265 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 907 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 828 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 654 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun