Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Arti Penghargaan Padma Negara yang Diterima KSAD Dudung
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman menerima penghargaan Kstaria Padma Negara dari Puri Ageng Blahbatuh, Kecamatan Blahbatuh, pada Kamis siang (14/4).
Arti dari penghargaan itu adalah Ksatria Pelopor Pelindung Negeri. Penghargaan dilakukan di Balai Kambang, areal Taman Yasa.
Sejumlah pihak hadir saat upacara penghargaan. Yakni Panglingsir Puri Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Panglingsir Puri Ageng Blahbatuh, Anak Agung Kakarsana dan pendeta Puri, Ida Pedanda Putra Kekeran. Pendeta Puri menyatakan penganugerahan telah melewati penilaian dan musyawarah di Puri.
“Dari penilaian kami, bapak Kasad layak diberi anugerah Ksatria Padma Negara karena beliau sebagai pemimpin Angkatan Darat yang memiliki ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Menerima penghargaan, Jenderal Dudung berjanji akan bertanggung jawab dalam memimpin Angkatan Darat.
“Semoga saya dalam memimpin Angkatan Darat selalu mengedepankan kehormatan negara adalah segala-galanya. Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dijaga dari berbagai ancaman,” tutupnya.
Acara penganugerahan itu juga dihadiri raja-raja seluruh Bali; Danpuspomad; Aster Kasad; Danrem 163/Wira Satya; Dandim 1616/Gianyar; Kajati Bali; dan Kajari Gianyar.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4127 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun